Pelayan Dinas Kesehatan Banjar Tetap Normal, Usai Tiga Ruangan “Diobok-obok” Penyidik Kejari Banjar

oleh
Sekretaris Dinas Kesehatan Banjar saat memberikan keterangan. Foto : Istimewa
Spread the love

KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar memastikan seluruh pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Meski tiga ruangan kantor tersebut menjalani penggeledahan oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjar, Senin (20/7/2026).

Penggeledahan yang berlangsung lebih dari tujuh jam itu merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe D di Kecamatan Gambut. Selama proses tersebut, penyidik memeriksa sejumlah ruangan dan membawa puluhan dokumen serta satu alat bukti elektronik untuk kepentingan penyidikan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, H Gusti Muhammad Kholdani menyampaikan, tidak ada penyegelaran ruangan setelah penggeledahan selesai. Kondisi itu membuat seluruh aktivitas administrasi dan pelayanan kesehatan tetap dapat berjalan tanpa hambatan.

“Alhamdulillah pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada ruangan yang disegel sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.

Kholdani menjelaskan, pihaknya bersikap kooperatif selama proses penggeledahan berlangsung. Ia bersama dua pejabat lainnya hanya mendampingi penyidik saat melakukan pemeriksaan di sejumlah ruangan.

Seluruh tindakan penyidik, termasuk dokumen maupun barang yang diamankan, sepenuhnya menjadi kewenangan Kejari Banjar.

“Kami hanya mendampingi dan menyaksikan proses penggeledahan. Apa saja yang aktivitas penyidik dan barang bukti merupakan kewenangan mereka,” jelasnya.

Ia mengaku mengetahui beberapa ruangan dapat pemeriksaan, namun tidak mengetahui secara rinci dokumen maupun bidang yang menjadi fokus penyidik karena selama proses berlangsung berada di ruang Sekretariat Dinas.

Terkait substansi perkara dugaan korupsi pembangunan RS Tipe D Gambut, Kholdani menegaskan tidak memiliki kewenangan memberikan penjelasan dan hanya bertugas mendampingi jalannya penggeledahan.

Saat Penggeledahan Kejari Kepala Dinkes Banjar Tak di Kantor

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar tidak berada di kantor saat penggeledahan berlangsung karena sedang menjalankan agenda kedinasan di luar.

Kholdani juga mengaku baru mengetahui informasi mengenai sekitar 20 saksi dari keterangan pihak Kejari Banjar kepada awak media.

Meski tengah menghadapi proses penyidikan, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menegaskan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan siap memberikan dukungan.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan siap bersikap kooperatif sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today