Bersama Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar, Gubernur Padamkan Karhutla di Kawasan Bandara Banjarbaru

oleh
Gubernur saat berupaya padamkan bara api karhutla di kawasan bandara. Foto : istimewa
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin bersama Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Roy Rizali Anwar, Forkopimda Kalsel, dan perwakilan mahasiswa turun langsung padamkan karhutla di kawasan Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Selasa (31/8/2026)

Meski kobaran api di permukaan telah mereda, bara masih tersimpan di dalam lapisan gambut. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman dengan metode Gambut Injection atau Subsurface, yakni menancapkan pipa hingga sekitar dua meter ke dalam tanah untuk mengalirkan air dan cairan pembasah langsung ke sumber panas.

Muhidin bahkan ikut mencoba metode tersebut bersama petugas dan mahasiswa yang berada di lokasi. Dari hasil percobaan, masih ada panas di dalam gambut meski intensitasnya telah menurun.

“Jangan sampai kita melihat apinya sudah tidak ada, kemudian menganggap semuanya sudah selesai. Di dalam gambut proses pembakaran masih bisa menjalar dan kalau mendapat angin, api bisa kembali membesar,” ujar Muhidin.

Penanganan karhutla turut memanfaatkan bahan pembasah berbasis minyak nabati atau Methyl Ester Sulfonate (MES) serta surfaktan biodegradable.

Bahan tersebut harapannya membuat air lebih mudah meresap ke dalam gambut sehingga bara yang tersembunyi dapat lebih cepat dingin.

Inovasi

Direktur Jendral Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar mengapresiasi upaya padamkan karhutla di Kalsel. Dengan dukungan dan inovasi kolaborasi lintas sektor.

“Hasilnya cukup bagus dan banyak inovasi oleh teman-teman Polda Kalsel. Kemudian, kolaborasi dengan pemerintah daerah juga berjalan dengan baik,” katanya.

Roy menyebut jumlah titik api menunjukkan penurunan. Kondisi udara di Kalsel juga relatif baik sehingga aktivitas penerbangan di Bandara Syamsudin Noor berjalan lebih lancar.

Kementerian PU, melalui jajaran Sumber Daya Air dan Balai Wilayah Sungai, turut mendukung penanganan dengan menyediakan pompa serta memastikan distribusi air dari sistem irigasi Riam Kanan dapat menjangkau kawasan yang membutuhkan, termasuk sekitar bandara dan Gunung Damar.

Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan produksi cairan pembasah berbahan minyak nabati masih dilakukan secara terbatas karena kendala bahan baku.

Polda Kalsel telah mendatangkan bahan baku dari Surabaya dan Jakarta untuk meningkatkan produksi. Kolaborasi pemerintah, kepolisian, Kementerian PU, mahasiswa, masyarakat, dan berbagai unsur lainnya menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla.

“Upaya tidak hanya difokuskan pada pemadaman api di permukaan, tetapi juga memastikan bara yang berada di dalam gambut benar-benar padam agar tidak kembali memicu kebakaran,” tandas jenderal bintang dua itu.

Visited 1 times, 1 visit(s) today