KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanahlaut mulai memetakan potensi aset daerah yang bisa menjadi peluang investasi. Upaya tersebut melalui Tour Investasi Pemanfaatan Aset dengan meninjau Rumah Kemasan hingga kawasan Gunung Kayangan, Kamis (3/9/2026).
Wakil Bupati Tanahlaut H. M. Zazuli meninjau langsung bersama Kepala Dinas Pariwisata Zulpuaddin. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Ulil Amri Bahtiar, Asisten I Sekretariat Daerah. Serta para Staf Ahli, pimpinan instansi vertikal, dan perangkat daerah terkait.
Rombongan pertama meninjau Rumah Kemasan yang menjadi salah satu aset daerah untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM).
Selanjutnya, rombongan mengevaluasi kondisi kawasan Masjid Gunung Kayangan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Puncak Gunung Kayangan sebagai titik akhir peninjauan.
Wabup Zazuli mengatakan pemetaan tersebut penting untuk menyamakan persepsi antar-pemangku kepentingan. Sekaligus melihat peluang pengembangan aset daerah secara lebih optimal.
“Kita berkumpul untuk menyamakan persepsi dan membangun kekuatan kolektif demi mewujudkan Tanahlaut yang maju dan berprestasi,” ujar Zazuli.
Menurutnya, optimalisasi aset harus selaras dengan kepastian hukum dan regulasi yang jelas. Hal tersebut penting untuk memberikan kepastian kepada calon investor sekaligus mencegah persoalan hukum di kemudian hari.
“Apabila ingin berinvestasi, kepastian hukum dan regulasinya harus jelas. Kita perlu belajar dari pengalaman masa lalu agar tidak timbul permasalahan di kemudian hari,” tegasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Tanahlaut Ulil Amri Bahtiar menjelaskan, Rumah Kemasan berdiri di atas lahan seluas tiga hektare. Fasilitas tersebut terbangun pada 2020 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian sebesar Rp500 juta.
Rumah Kemasan sempat mengalami kekosongan operasional karena pengadaan sarana dan prasarananya secara bertahap. Peralatan baru terealisasi pada 2024 dan 2025.
Meski dari luar terlihat lengang, Ulil memastikan Rumah Kemasan tetap melayani pelaku IKM pada setiap hari kerja.
“Secara konsisten, Rumah Kemasan melayani para pelaku IKM. Baik dalam aspek desain kemasan maupun pembuatan prototyping, mulai dari label stiker, produk gelas, hingga berbagai jenis kemasan lainnya,” pungkas Ulil.
Melalui pemetaan tersebut, Pemkab Tanahlaut berharap aset yang belum berfungsi maksimal dapat menghasilkan nilai tambah ekonomi. Langkah itu juga untuk membuka peluang kerja sama dengan investor. Memperkuat iklim investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.





