Daun Kering dan Serasah Kini Bernilai Manfaat, Dishut Kalsel Cacah Limbah Organis jadi Pupuk Kompos

oleh
Kepala Dishut Kalsel (topi putih) mengecek langsung proses pencacahan dalam mengolah limbah organik jadi pupuk kompos. Foto : Dishut Kalsel
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Dinas Kehutanan  Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) terus mendorong pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Melalui pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk kompos ramah lingkungan.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, mengunjungi proses pengolahan limbah di kawasan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia.

Limbah organik seperti daun kering dan serasah yang sebelumnya hanya menjadi sisa pembersihan kawasan. Pemanfaatannya kini secara optimal melalui proses pencacahan. Menggunakan mesin khusus sebagai tahap awal pembuatan kompos.

Dalam beberapa hari terakhir, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah bahan organik dari lingkungan kantor dan kawasan hutan.

Kemudian mengolah dan memproses bahan tersebut dengan pencacahan. Sebelum masuk ke tahap pengomposan sesuai prosedur hingga menghasilkan pupuk organik yang siap pakai.

Pemanfaat pupuk kompos untuk mendukung pemeliharaan tanaman di kawasan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia. “Sekaligus menunjang kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di berbagai wilayah di Kalsel,” ujar Aya –sapaan karib kadishut.

Melalui inovasi pengolahan limbah ini, dinas kehutanan berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia secara bertahap serta memaksimalkan pemanfaatan limbah organik yang berasal dari berbagai sumber.

“Misalnya Balai Perbenihan Tanaman Hutan, Taman Hutan Raya (Tahura), maupun lingkungan internal dinas,” ucap dia.

Visited 1 times, 1 visit(s) today