Pelatihan Kopi Berbasis Agroforestri di Tapin, Diikuti Puluhan Petani Tahura Sultan Adam

oleh
Pelatihan Budidaya dan Pengolahan Kobis Agroforestri digelar di Kabupaten Tapi. Foto : Dinas Kehutanan Kalsel
Spread the love

KALSELMAJU.COM, RANTAU – Sebanyak 30 petani hutan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam. Mengikuti pelatihan budidaya dan pengolahan kopi berbasis agroforestri di Kabupaten Tapin. Kegiatan itu berlangsung sejak tanggal 7-8 April 2026 lalu.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pengelolaan kawasan konservasi. Yang produktif sekaligus berkelanjutan. melalui pengembangan komoditas kopi sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK) unggulan di tingkat tapak.

Pelatihan berlangsung di Pusat Pelatihan dan Pemagangan Usaha Kehutanan Swadaya Wanawiyata Widyakarya Kopi Berkah Tapin, Desa Asam Randah. Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Hulu Sungai.

Adapun peserta kegiatan merupakan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) yang selama ini telah mengembangkan tanaman kopi di kawasan Tahura Sultan Adam. Pelatihan ini agar meningkatkan kapasitas teknis peserta, baik dalam aspek budidaya maupun pengolahan kopi.

Hari pertama, peserta mendapatkan materi teori terkait teknik budidaya dan manajemen tanaman kopi. Fokus hari kedua pada praktik lapangan agar peserta dapat langsung menerapkan pengetahuan.

Pembukaan kegiatan oleh Kepala KPH Hulu Sungai, Rahmad Riansyah, yang juga bertindak sebagai pembina Wanawiyata Widyakarya Kopi Berkah Tapin.

Kepala KPH Hulusungai, Rahmad Riansyah, menyebut sangat penting penerapan konsep agroforestri dalam pengelolaan kawasan konservasi, khususnya di Tahura Sultan Adam.

“Pola agroforestri menjadi pendekatan yang tepat karena mampu menyeimbangkan kepentingan pelestarian lingkungan. Dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan,” sebutnya.

Salah satu peserta, Dasuki dari KTH Alimpung, mengungkap bahwa pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para petani.

Selain memperoleh pemahaman teori, peserta juga mendapatkan pengalaman praktik langsung mulai dari teknik budidaya hingga proses pengolahan kopi di rumah produksi.

“Semoga keterampilan yang diperoleh dapat mendukung pengembangan usaha kopi masyarakat di masa mendatang sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan,” ujar Dasuki.

Visited 1 times, 1 visit(s) today