KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), M Zainal Arifin bersama rombongan. Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Barito berkunjung ke Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI) di Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel, Jumat (10/4/2026).
Dalam hal ini, Zainal Arifin memberikan apresiasi terhadap kinerja Dinas Kehutanan Kalsel dalam mengelola kawasan TH2TI secara optimal. Ia menilai pengelolaan kawasan berhasil menjaga keberadaan tanaman endemik Kalimantan sekaligus menghadirkan berbagai inovasi berbasis lingkungan.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah pengolahan limbah organik menjadi kompos ramah lingkungan yang memanfaatkan dedaunan hasil pembersihan kawasan.
“Langkah ini efektif dalam mengurangi limbah sekaligus mendukung praktik pengelolaan hutan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan,” tutur Sesditjen PDASRH.
Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, menjelaskan pengolahan kompos menjadi bagian dari komitmen instansi dalam menerapkan pengelolaan kawasan berbasis lingkungan.
Selain mengurangi limbah organik, inovasi tersebut juga membantu efisiensi penggunaan pupuk dalam kegiatan pemeliharaan tanaman di kawasan hutan.
“Upaya pelestarian tanaman endemik terus berproses melalui berbagai lokasi pengelolaan Dinas Kehutanan Kalsel,” ujar Fathimatuzzahra.
Selain di kawasan TH2TI, pohon ulin juga tersebar di sejumlah titik lain seperti kawasan Zwagery Island dan wilayah Cempaka. Yang berada di lahan milik Pemprov Kalsel.
Adapun di kawasan TH2TI sendiri, terdapat sekitar 14 ribu tanaman meranti yang menjadi bagian penting dalam upaya konservasi jenis pohon khas hutan Kalimantan.





