Perkuat Program REDD+, Dishut Kalsel Kunjungi Kelompok Tani Hutan di Tala, Salurkan Bantuan Sapi

oleh
Kepala DIshut Kalsel (baju putih pakai topi) saat meantau sapi bantuan yang akan diserahkan kepada kelompok tani hutan. Foto : Dishut Kalsel
Spread the love

KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Kalsel), Fathimatuzzahra, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Kelompok Tani Hutan (KTH). Di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tanahlaut, pada 2 April 2026.

Kunjungan tersebut bagian upaya memperkuat program perhutanan sosial. Sekaligus meninjau langsung pelaksanaan program REDD+ (Reducing Emission from Deforestation and forest Degradation) di tingkat lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kehutanan bersama jajaran pejabat lingkup dishut serta pihak KPH Tanahlaut. Meninjau perkembangan pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Memastikan program yang telah berjalan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Kunjungan berawal ke Kelompok Tani Hutan Bumi Priangan yang berada di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Pelaihari. Kelompok ini merupakan salah satu penerima manfaat program REDD+. Yang telah menjalankan pengelolaan hutan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan berupa 10 ekor sapi. Untuk mendukung pengembangan usaha produktif kelompok dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan peninjauan ke Kelompok Tani Hutan Batu Kura di Desa Galam, Kecamatan Bajuin. Di lokasi ini, kelompok mengelola tanaman kemiri hasil kegiatan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS).

Tanaman kemiri tersebut kini menjadi salah satu sumber pendapatan bagi anggota kelompok karena terkelola secara optimal mulai dari perawatan hingga produksi.

Terakhir ke Kelompok Tani Hutan Gunung Birah yang berlokasi di Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan. Kelompok ini juga merupakan penerima manfaat program REDD+.

Dalam kesempatan itu, Dinas Kehutanan menyalurkan bantuan 25 ekor kambing guna mendukung pengembangan usaha peternakan masyarakat.

“Selain bantuan ternak, kelompok ini juga mengembangkan komoditas pertanian seperti durian seluas sekitar 3 hektare dan kopi seluas 12 hektare,” ujar Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzhara.

Fathimatuzzahra turut meninjau langsung kondisi tanaman tersebut sebagai bagian dari evaluasi keberhasilan pengelolaan lahan yang produktif dan berkelanjutan.

“Kami berharap program perhutanan sosial dan REDD+ dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar hutan, sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat desa,” doanya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today