KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Sebagai pengelola Tahura Sultan Adam. Dinas Kehutanan Kalsel terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan melalui pengembangan budidaya lebah kelulut.
Upaya tersebut melalui kegiatan bertema “Budidaya Lebah Kelulut untuk Meningkatkan Ekonomi, Kesehatan Masyarakat dan Menjaga Kelestarian Hutan.”
Program tersebut menjadi bagian dari langkah Tahura dalam mendorong pemanfaatan kawasan hutan secara lestari tanpa merusak ekosistem.
Dalam pemaparannya, narasumber dari BRIN, Siswadi, menjelaskan sejumlah metode budidaya lebah yang efektif meningkatkan perkembangan koloni. Salah satunya melalui teknik pembuatan ratu buatan di dalam rumah koloni untuk menarik lebah pekerja, serta pemberian royal jelly guna mempercepat perkembangbiakan lebah.
Menurutnya, penerapan teknik budidaya yang tepat. Dapat meningkatkan hasil produksi madu sekaligus memperluas pengembangan usaha kelulut di masyarakat sekitar kawasan hutan.
Selain menghasilkan madu, lebah kelulut juga memiliki nilai ekonomi melalui berbagai produk turunannya seperti propolis, bee pollen, hingga royal jelly.
“Produk-produk tersebut memiliki kandungan nutrisi dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan,” katanya.
Tak hanya berdampak pada ekonomi masyarakat, keberadaan lebah kelulut juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.
Aktivitas penyerbukan lebah membantu keberlangsungan vegetasi hutan, sementara keberadaan koloninya menjadi penanda kualitas lingkungan yang masih baik.
Beri Pemahaman Pemasaran Budidaya Kelulut
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga memberi pemahaman mengenai strategi pemasaran produk madu kelulut melalui media sosial. Kemasan produk yang menarik dan kemampuan membangun cerita atau story telling. Menjadi faktor penting untuk meningkatkan minat pasar dan daya saing produk lokal.
Adapun Kadishut Kalsel, Fathimatuzzahra, menegaskan pihaknya berkomitmen menjadikan budidaya kelulut sebagai salah satu sarana pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan.
Kawasan Mandiangin pun diharapkan dapat berkembang menjadi pusat edukasi dan pelatihan budidaya lebah kelulut di Kalimantan Selatan.
Dia juga berharap para pambakal dapat menjadi penggerak pengembangan budidaya kelulut di desa masing-masing sehingga masyarakat memiliki alternatif usaha yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Kami ingin mendorong perubahan aktivitas masyarakat menuju pemanfaatan sumber daya alam yang lebih bijak, sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian hutan,” ujar kepala dishut.





