KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Suprapti Tri Astuti, menjawab isu joget tiktok Musrenbang Caling yang viral di media sosial, Rabu (8/4/2026). Menurutnya joget tersebut berlangsung di luar jam kerja.
Menurut Astuti, tiktokan yang viral kemarin bukan pada saat jam kerja, tapi saat gladi bersih kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang). “Kita menyiapkan itu sudah berhari-hari, ada yang tidur di Gedung Idham Chalid (lokasi acara) dan di kantor,” ujarnya.
Karena persiapan yang panjang, kata Astuti tentu ada kejenuhan. Yang tidak bisa terobati dengan makan minum, jenuh ada dalam mental dan pikiran. “Cara menghilangkan apa? Kita harus menghilangkan stres itu dengan kegembiraan,” bebernya.
Astuti menyatakan jika tiktotan kemarin dianggap menyalahi apa dan sebagainya, ia dengan besar hati minta maaf. “Tapi alasan kita itu tidak mengurangi esensi musrenbang. Esensi musrenbang kita saya pikir dapat kemarin, gubernur punya waktu untuk bertanya,” ucapnya.
Menurut Astuti, dalam jalannya Musrenbang situasinya nyaman dan mengallir. Dengan santai sekali Gubernur Kalsel Muhidin meminta siapa lagi yang mau bertanya. “Itu yang mau saya mau ubah di Bappeda. Jangan sampai kita kembali ke zaman feudal dulu. Duduk manis mendengarkan, kamu harus ikut saya gak boleh seperti itu,” ujarnya.
Ia menyebut saat ini zaman terbuka. Ada keasyikan tersendiri dalam mengikuti alur Generasi Z, Menciptakan kreatitas. Astuti mengaku meski sudah berusia 51 tahun tapi tidak meninggalkan rekan kerja gen z.
Joget Tiktok Viral Tak Langgar Norma
“Itu yang harus kita ciptakan, jadi bekerja itu merasa nyaman aman merasa tidak penuh tekanan. Walaupun ada tekanan tapi mereka tidak merasa jadi sesuatu yang membebani. Gimana saya menarik kawan-kawan yang muda ini. Di luar jam kerja, itu sudah pukul 6 sore sudah capek segala macam. Saya tekan segera selesai mereka tidak merasa tertekan karena kita ajak kita rangkul,” ucapnya.
Ia menggarisbawahi tiktokan kemarin tak melanggar norma keagaman dan kemasyarakan. Tidak menonjolkan hal-hal yang aneh. “Kecuali kita tiktoan aneh buka-buka baju atau gimana. Melanggar norma agama dan kemasyarakatan boleh jadi ada sesuatu yang tidak nyaman. di tiktok saya tidak ada komentar yang aneh-aneh kalau ada yang aneh akunnya tidak jelas,” tegasnya.
Sementara itu, sebelumnya akun resmi @habarbappeda memposting pada Senin (6/4/2026) dengan judul video Musrenbang Calling. Merujuk pada pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rapat Kerja Perangkat Daerah (Musrenbang RKPD) se-Kalsel, di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru (7/4/2026).
Postingan joget pegawai Bappeda Kalsel tersebut sudah hilang pada selasa pagi. Postingan sendiri mendadak viral setelah beberapa akun lainnya meneruskan. Pertama pada akun @kalselmaju.official. Jangkauan konten hingga Selasa sore 17.831. Mendapatkan 172 like, 24 komen, 55 meneruskan, 1 posting ulang, dan 9 menyimpang.
Kedua pada akun @pemburu_balu yang menjangkau 20,9 ribu audience. Dengan 76 komen dan 8 memposting ulang.
Pada postingan tersebut mendapatkan beragam tanggapan netizen. Banyak yang mengkritisi. “Banyak pang lah anggarannya musrenbang nih,” tulis akun @3140.zip.
“Pina keugahan pejabat-pejabat kita nih lah, gak heran sih, tapi tetap aja melihat beginian ngelus dada,” timpal akun @minni.sr
“Kerja bercanda gajih serius,” tulis akun @kuvvnvvn. “Kaya ini kada sesuai gajih dbariirakyat,” sahut @_kpcnmt.





