KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, memilih cara unik menyapa warganya di momen Ramadan. Ia menggelar sahur bersama di atas kelotok, berbaur langsung dengan paman kelotok dan acil Pasar Wadai di Siring Menara Pandang, Rabu (18/3/2026).
Yamin memanfaatkan momen ini sebagai ruang dialog santai namun bermakna. Ia mendengar langsung cerita kehidupan sekaligus tantangan ekonomi masyarakat kecil di atas perahu mesin tradisional tersebut.
“Ulun banyak belajar dari acil Pasar Wadai dan paman kelotok tentang kehidupan dan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Di balik kehangatan suasana, Yamin menyoroti persoalan sampah yang masih membayangi Banjarmasin. Ia menegaskan bahwa perubahan harus mulai dari kesadaran individu dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah.
“Sampah itu ada nilainya. Kita harus mulai pilah, kurangi plastik, dan mengolahnya. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Waste-to-Energy dan Kelotok Listrik
Yamin mengungkapkan bahwa volume sampah organik di Banjarmasin mulai menurun. Namun, capaian tersebut belum merata karena masih banyak warga yang belum konsisten memilah sampah.
“Sampah bisa jadi peluang ekonomi, tapi juga ancaman lingkungan kalau tidak dikelola dengan baik,” ucapnya.
Ia juga membuka wacana pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui konsep waste-to-energy. Selain itu, ia melirik kemungkinan penggunaan kelotok listrik di masa mendatang.
“Dunia sudah bergerak ke sana. Kita tidak boleh tertinggal,” ujarnya optimistis.
Yamin juga mengapresiasi peran paman kelotok dan acil Pasar Wadai sebagai penggerak ekonomi sekaligus wajah pariwisata Banjarmasin. Ia berpesan agar pelaku ekonomi sungai menjaga kualitas pelayanan dan transparansi harga.
“Kalau pelayanan baik dan harga jelas, orang pasti akan kembali,” pesannya.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Banjarmasin, Forum Komunikasi Mahasiswa Banjarmasin, serta para pelaku ekonomi sungai.





