KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin mendapat wawasan langsung tentang pengelolaan keuangan daerah melalui kuliah umum bertema Membedah Proses Pengelolaan Keuangan Daerah, Senin (27/4/2026).
Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, hadir sebagai narasumber utama dan membedah proses pengelolaan APBD mulai dari tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban. Ia menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah bukan sekadar urusan administratif, melainkan fondasi utama tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Selama ini mahasiswa banyak mendapatkan teori. Tapi secara praktik, mereka belum tentu memahami bagaimana proses, tahapan, hingga pelaksanaan APBD agar penggunaannya efektif,” ujarnya.
Edy juga membuka berbagai tantangan nyata yang jadi problem pemerintah daerah. Mulai dari keterbatasan Pendapatan Asli Daerah (PAD), meningkatnya kebutuhan pembangunan, hingga tuntutan transparansi publik yang semakin tinggi.
Dalam praktiknya, pemerintah harus menentukan skala prioritas karena tidak semua kebutuhan bisa terpenuhi.
Ia juga mendorong optimalisasi PAD sebagai kunci kemandirian fiskal daerah sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah dan dunia akademik.
“Akademisi, mahasiswa, dan pemerintah harus saling mengisi demi Kota Banjarmasin yang maju dan sejahtera,” ujarnya.
Ketua Program Studi Administrasi Publik Fisip ULM, Avela Dewi, mengapresiasi keterlibatan pemerintah kota dalam kegiatan ini.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan gambaran langsung praktik di lapangan,” ujarnya.





