KALSELMAJU.COM, PARINGIN – Legislator muda DPRD Kabupaten Balangan, Nor Sita Maulida, menyerukan pentingnya penguatan peran pemuda dalam berbagai sektor pembangunan daerah. Ia mendorong generasi muda agar lebih aktif mengambil bagian dalam proses perubahan, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun politik.
Menurut Nor Sita, pemuda memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pembangunan. Dengan kreativitas, inovasi, dan semangat, generasi muda harus mampu menghadirkan terobosan baru untuk kemajuan Balangan.
“Generasi muda adalah motor pembangunan. Dengan kreativitas dan semangat mereka, Balangan bisa melahirkan banyak terobosan,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Ia menilai dinamika sosial dan politik saat ini semakin terbuka dan inklusif, sehingga memberikan peluang besar bagi pemuda untuk berkontribusi lebih luas. Suara dan gagasan anak muda, kata dia, tidak hanya penting di tingkat komunitas, tetapi juga dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah daerah dalam perumusan kebijakan publik.
“Partisipasi pemuda harus terus didorong. Keterlibatan mereka di berbagai sektor akan mempercepat lahirnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sebagai representasi generasi milenial di lembaga legislatif, Lida sapaan akrab Nor Sita Maulida terkenal aktif turun langsung ke lapangan mendampingi berbagai kegiatan masyarakat, khususnya yang melibatkan kalangan muda.
Ia pun menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebijakan yang memberikan ruang lebih luas bagi pemuda agar dapat tampil, berdaya, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
“Apapun bentuk kegiatannya, selama positif dan bermanfaat, saya siap mendukung. Anak muda Balangan harus berani bergerak, karena masa depan Banua ada di tangan mereka,” tegasnya.
Lida berharap dukungan kebijakan yang tepat dapat melahirkan lebih banyak pemuda Balangan yang mampu mengambil peran strategis, termasuk di ruang-ruang pengambilan keputusan dan politik pembangunan.
“Peran mereka harus masuk ke ruang-ruang penting, termasuk dalam politik pembangunan. Jangan hanya jadi penonton,” pungkasnya.





