KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan kesiapan layanan kesehatan dalam menyambut pelaksanaan momen 5 Rajab atau haul ke-21 Kiai Haji Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul). Acara ini akan berlangsung di Sekumpul, Martapura.
Pemprov menyiagakan lebih dari 130 posko kesehatan dan akan beroperasi penuh selama rangkaian kegiatan berlangsung. Posko-posko tersebut akan bertempat di titik-titik strategis yang setiap tahunnya menjadi pusat konsentrasi jemaah.
Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr Diauddin, mengatakan penentuan pihaknya masih mematangkan lokasi posko bersama Tim Induk Sekumpul. Agar penempatannya benar-benar efektif dan mudah terjangkau jemaah.
“Seluruh posko kami lengkapi dengan tenaga medis, ambulans, serta peralatan kegawatdaruratan. Semuanya siap melayani jemaah selama 24 jam,” ujarnya, Senin (24/11).
Pelayanan kesehatan pada momen 5 Rajab tahun ini sigap secara terpadu. Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dan Banjarbaru, rumah sakit rujukan, relawan kesehatan, hingga tenaga medis dari berbagai lembaga akan turut terlibat. Koordinasi lintas instansi pun terus berjalan agar memastikan respons cepat apabila terjadi situasi darurat di lapangan.
Kadinkes menambahkan, meningkatnya antusiasme jemaah dari berbagai daerah setiap tahun membuat aspek kesehatan menjadi prioritas utama. Layanan yang akan tersedia meliputi penanganan keluhan ringan seperti kelelahan, pusing, dehidrasi, hingga kondisi gawat darurat.
“Ambulans dan motor medis disiagakan di titik-titik rawan untuk mempercepat proses evakuasi jika ada jemaah yang membutuhkan penanganan segera,” jelasnya.
Selain itu, tim kesehatan juga melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca, tingkat kerumunan, serta potensi risiko lainnya yang dapat memicu gangguan kesehatan. Pemerintah menghimbau Jemaah agar tidak ragu mendatangi posko terdekat jika merasakan keluhan atau membutuhkan pertolongan medis.
Di sisi lain, Tim Induk Sekumpul telah mengeluarkan edaran resmi melalui media sosial terkait pedoman pelaksanaan haul. Edaran tersebut mencakup pengaturan lalu lintas, keamanan, kebersihan, hingga penataan dapur umum agar distribusi konsumsi tetap tertib dan higienis.





