KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Selatan berdampak pada aktivitas pendidikan tingkat menengah.
Puluhan SMA, SMK, dan SLB terkena dampak genangan, baik pada akses jalan, halaman sekolah, hingga ruang kelas.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan sarana dan prasarana sekolah akibat banjir. Hasil verifikasi ini menjadi dasar penanganan dan pemulihan pascabanjir.
Kabupaten Banjar menjadi salah satu daerah dengan jumlah sekolah terdampak terbanyak. Genangan air masuk ke ruang kelas SMAN 3 Martapura dan SMAN 1 Mataraman. Selain itu, halaman dan lapangan sekolah juga terendam di SMAN 1 Aluh-Aluh, SMAN 1 Beruntung Baru, dan SMAN 1 Gambut.
Di Barito Kuala, genangan terjadi di area sekolah SMAN 1 Jejangkit, SMAN 1 Mandastana, dan SMAN 1 Anjir Muara.
Sementara di Banjarmasin, banjir menggenangi halaman dan akses menuju sekolah, di antaranya SMAN 13 Banjarmasin, SMKS Muhammadiyah 3, SMKS Muhammadiyah 1, dan SMKS Muhammadiyah 4.
Di Kota Banjarbaru, halaman SMKN 4 Banjarbaru turut terendam. Di Hulu Sungai Utara, akses menuju SMAN 1 Amuntai juga masih tergenang.
Selain itu, SLB Negeri 1 Amuntai mengalami genangan hingga ke ruang kelas dan ruang guru.
Beberapa SMK turut terdampak cukup parah. SMKN 1 Daha Selatan di Hulu Sungai Selatan serta SMKN 1 Tapin Selatan mengalami genangan pada akses jalan menuju sekolah. Bahkan, SMK NU Ma’arif terendam hingga ke ruang kelas sehingga seluruh aktivitas belajar mengajar terganggu.
Di Tanahlaut, banjir merendam ruang praktik di SMK Harapan Bangsa. Pihak sekolah telah mengamankan peralatan praktik untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Adapun di Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Tanahbumbu, dan Kotabaru, tidak ditemukan dampak langsung pada bangunan sekolah. Namun, sejumlah rumah siswa dan guru di wilayah tersebut tetap terdampak banjir.
“Pendataan dan verifikasi terus kami lakukan untuk memastikan keselamatan warga sekolah, menjaga kelancaran proses belajar mengajar, serta menyiapkan langkah pemulihan sarana dan prasarana pendidikan,” kata Kabid SMA Disdikbud Kalsel Dedi Hidayat mewakili Kadisdikbud Galuh Tantri Narindra, Jumat (9/1).





