KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Kodam) Lambung Mangkurat di Kalimantan Selatan resmi berjalan. Melalui peletakan batu pertama (groundbreaking). Turut berhadir Forkopimda serta perwakilan TNI Angkatan Darat.
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Letjen TNI M Saleh Mustafa menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kalsel atas inisiasi pembangunan kembali Kodam tersebut.
Mustafa menilai reaktivasi Kodam baru ini merupakan harapan lama masyarakat Kalsel yang kini mulai terwujud.
“Ini merupakan Kodam lama yang aktif kembali. Saya rasa ini adalah doa seluruh masyarakat Kalsel,” singkatnya.
Gubernur Kalsel, H Muhidin menyebut pembangunan Kodam Lambung Mangkurat merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.
Menurutnya, nama Lambung Mangkurat kembali terangkat sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan tokoh pejuang daerah. Penamaan tersebut juga sebagai inisiatif dari Pangdam.
“Dulu Kodam ini sempat dibekukan. Hari ini kita angkat kembali nama besar Lambung Mangkurat sebagai simbol perjuangan dan kebanggaan daerah,” timpalnya.
Adapun Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Yasin Toyib, mengungkapkan total anggaran pembangunan Kodam mencapai sekitar Rp280 miliar.
Pendanaan berlaku secara gotong royong, dengan pembagian antara pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan dan pemerintah daerah.
“Dari total anggaran sekitar Rp280 miliar, sebesar Rp140 miliar berasal dari Kementerian Pertahanan, sedangkan sisanya merupakan kontribusi dari pemprov dan kabupaten/kota,” jelasnya.
Bangunan utama Kodam rancangannya setinggi lima lantai dengan fasilitas lengkap sesuai masterplan. Pembangunan akan rampung pada 2027, dengan rencana peresmian menyusul pada 2027–2028.
“Kodam ini berdiri di atas lahan seluas 10 hektare, dengan konsep desain yang memadukan unsur modern dan kearifan lokal,” papar Yasin.
Selain gedung utama, kawasan ini juga akan lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk lapangan.





