KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menegaskan penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir akan secara selektif dan berbasis data valid, dengan prioritas kepada rumah tangga yang mengalami dampak cukup parah.
Penegasan tersebut ia sampaikan saat meninjau penanganan banjir di Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (8/1).
Ia mengatakan, penyaluran bantuan mengacu pada data BNBA (by name by address) agar tepat sasaran.
“Kalau datanya lengkap dan memang terdampak banjir yang dalam, kami bantu. Bukan yang airnya hanya sedikit atau sekadar di mata kaki,” ujarnya.
Setiap rumah terdampak akan menerima satu paket sembako. Selain itu, warga juga mendapat bantuan uang tunai dengan nominal dasar sekitar Rp200 ribu per rumah, yang bersumber dari dana pribadi Gubernur Muhidin.
“Untuk uang tunai ini khusus dari uang pribadi saya,” tegasnya.
Namun, besaran bantuan tunai bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan tingkat dampak banjir yang dialami warga.
“Bisa Rp100 ribu, bisa lebih, bisa kurang, tergantung tingkat dampaknya. Ini sebagai bentuk kepedulian saya kepada masyarakat yang terkena musibah,” jelas Muhidin.
Sementara bantuan sembako disiapkan oleh dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Muhidin menegaskan, bantuan tidak hanya di Kabupaten Banjar, tetapi untuk seluruh wilayah di Kalimantan Selatan yang benar-benar terdampak banjir.
“Di mana ada banjir dan masyarakat terdampak, di situ kami hadir. Yang penting datanya jelas, berapa orang dalam satu rumah, alamatnya, dan waktu kejadiannya,” tambahnya.
Pemprov Kalsel memastikan distribusi bantuan terus berjalan di seluruh wilayah terdampak, menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, termasuk penyediaan makanan siap saji bagi warga yang membutuhkan pada masa darurat.





