KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mencatat radang tenggorokan menjadi salah satu keluhan terbanyak. Terjadi di puskesmas selama periode cuaca ekstrem belakangan ini, Jumat (12/6/2026).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Dwi Atmi Susilastuti, menjelaskan bahwa perubahan suhu yang berlangsung dalam waktu singkat. Menjadi faktor utama meningkatnya kasus gangguan saluran pernapasan.
“Beberapa hari lalu cuaca cukup panas hampir seminggu, kemudian hujan, lalu kembali panas. Kondisi seperti ini membuat penyakit saluran pernapasan atas, terutama radang tenggorokan, cenderung meningkat,” ujarnya.
Suhu udara yang tinggi membuat masyarakat cenderung lebih sering mengonsumsi minuman dingin. Hal itu justru dapat memicu iritasi tenggorokan terutama pada mereka yang memiliki kondisi tubuh sensitif. Selain cuaca panas, daya tahan tubuh yang menurun juga menjadi faktor penyebab.
Dinas mengimbau warga menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih. Menerapkan pola makan sehat, beristirahat cukup, serta membatasi konsumsi minuman dingin secara berlebihan.
“Kalau habis minum es, bisa diselingi dengan air hangat agar tidak memicu iritasi tenggorokan, terutama bagi yang memang sensitif,” tuturnya.
Dinas Kesehatan berharap masyarakat lebih waspada terhadap perubahan cuaca dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Apabila mengalami gejala radang tenggorokan atau gangguan pernapasan yang tidak kunjung membaik.





