Krisis Personel Polhut Disorot di HUT ke-59, Kalsel Butuh 300 Polisi Hutan

oleh
oleh

KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Polisi Kehutanan (Polhut) digelar di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Senin (22/12/2025). Acara ini menjadi momentum untuk menyoroti tantangan serius dalam pengamanan kawasan hutan di Kalimantan Selatan.

Mengusung tema “Sinergi Menjaga Hutan, Kolaborasi Membangun Negeri”, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fatimatuzzahra, mengungkapkan bahwa keterbatasan jumlah personel Polhut masih menjadi persoalan utama. Ini menjadi tantangan dalam menjaga kawasan hutan di Banua.

Saat ini, Kalimantan Selatan hanya memiliki 73 personel Polisi Hutan untuk mengawasi kawasan hutan seluas kurang lebih 1,6 juta hektare. Kondisi tersebut jauh dari ideal.

“Bisa dibayangkan, satu orang Polhut harus mengawasi wilayah yang sangat luas,” ujar Fatimatuzzahra, yang akrab disapa Aya.

Ia menyebutkan, secara ideal Kalimantan Selatan setidaknya membutuhkan sekitar 300 personel Polhut. Dengan jumlah tersebut, pengamanan kawasan hutan dapat berjalan optimal. Hal ini juga dapat menekan risiko perambahan maupun kerusakan hutan.

Dengan keterbatasan personel tersebut, upaya menjaga hutan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kehutanan. Menurut Aya, sinergi lintas sektor menjadi kunci, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga keterlibatan aktif masyarakat.

“Kami sangat membutuhkan dukungan semua pihak agar hutan kita tetap terjaga,” katanya.

Terkait kekurangan personel Polhut, Aya mengaku telah menyampaikan kondisi tersebut kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Pemerintah pusat, kata dia, merespons dengan komitmen untuk menambah jumlah Polisi Hutan di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Selatan.

Selain aspek pengamanan, Dinas Kehutanan Kalsel juga terus mendorong langkah pencegahan melalui gerakan penanaman pohon. Aya mengajak para bupati dan wali kota di Kalimantan Selatan untuk lebih masif. Mereka bisa memanfaatkan bibit gratis yang telah tersedia. Bibit ini dapat diperoleh dari Kementerian Kehutanan melalui Persemaian Lianganggang maupun dari Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Bibit gratis sudah tersedia, tinggal bagaimana kita menggencarkan penanaman di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya keberadaan pohon bagi keberlanjutan lingkungan dan keselamatan wilayah. Selain itu, Aya pun mengingatkan agar berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah seperti Sumatera dan Aceh dapat menjadi pelajaran berharga bagi Banua.

“Saya berharap kepala daerah di Kalimantan Selatan lebih aktif menyosialisasikan penanaman pohon kepada masyarakat demi menjaga lingkungan kita bersama,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today