KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menyusul ancaman fenomena El Nino yang kemungkinan terjadi pada tahun ini.
Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, bersama Kabid PKSDAE Rudiono Herlambang, mengikuti video conference antisipasi fenomena El Nino. Di Ruang Rupatama Polda Kalimantan Selatan.
Hadir pada kegiatant tersebut, Kapolda Kalimantan Selatan serta jajaran instansi terkait sebagai bentuk penguatan koordinasi lintas sektor.
Dalam pemaparan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026. Mulai bulan Mei hingga Juni dan mencapai puncaknya pada Agustus sampai September.
Kondisi cuaca perkiraannya lebih kering dari biasanya, sehingga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla, khususnya di wilayah rawan dan lahan gambut.
Dalam video conference, Wakapolri menyampaikan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan yang semakin kompleks akibat perubahan iklim global.
Data pemantauan karhutla periode 2021–2026 menunjukkan tren yang fluktuatif, namun cenderung meningkat saat musim kemarau. Pemicu kejadian sebagian besar oleh aktivitas manusia seperti pembukaan lahan.
Selain itu, kebakaran pada lahan gambut memiliki dampak lingkungan yang lebih besar karena menghasilkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah tinggi.
Oleh karena itu, penguatan penegakan hukum, peningkatan patroli, serta kesiapan simulasi penanggulangan karhutla menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan.
Adapun, Fathimatuzzahra, mengatakan bersama instansi vertikal berkomitmen memperkuat sinergi sejak dini untuk mengantisipasi bencana.
“Kesiapsiagaan sejak dini sangat penting guna meminimalkan potensi bencana karhutla selama musim kemarau,” singkatnya.





