Genangan Air Di Sejumlah Titik, Wali Kota Banjarmasin Minta Masyarakat Turut Jaga Kebersihan Lingkungan

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Genangan banjir yang melanda Jalan Ahmad Yani, Banjarmasin, pada Kamis (4/12/2025) menyisakan kemacetan panjang dan memicu reaksi keras dari Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin.

Ia menilai banjir bukan semata sebab tingginya curah hujan, tetapi akibat buruknya kebersihan sungai dan kanal yang melintasi kawasan tersebut.

Yamin menyebut kondisi sungai di koridor Jalan Ahmad Yani kilometer 1 hingga 6 kian memprihatinkan. Penumpukan sampah dan sedimentasi bertahun-tahun dianggap faktor utama tak berfungsinya drainase.

“Ini bukan hanya karena hujan deras. Sungai dan kanal penuh sedimen dan sampah. Saya minta perusahaan, rumah makan, dan toko-toko di sepanjang Jalan Ahmad Yani turut menjaga kebersihan dan mengeruk saluran di depan usaha masing-masing,” tegasnya, Sabtu (6/12/2025).

Menurutnya, pengusaha adalah pihak yang paling menikmati kawasan strategis ini, sehingga tanggung jawab menjaga sungai tidak mungkin sepenuhnya tertumpu pada pemerintah.

“Saya minta partisipasi nyata. Kalau sungai bersih, saat hujan deras air bisa mengalir tanpa membuat genangan,” ujarnya.

Yamin juga mengingatkan tragedi banjir besar 2021 yang melumpuhkan aktivitas warga. Ia meminta semua pihak waspada agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kalau kita lengah, masyarakat yang jadi korban. Mari belajar dari 2021, jangan menunggu banjir besar baru bergerak,” katanya.

Selain menyoroti pemilik usaha, Yamin turut menegur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin agar lebih aktif memantau kondisi lapangan, terlebih saat Pemkot tengah melakukan pengerukan sedimen menggunakan metode pengantongan di sejumlah titik.

Menindaklanjuti arahan itu, Dinas PUPR langsung turun melakukan pembersihan dan membuka sumbatan saluran air, terutama di kawasan yang sempat tergenang lama.

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, mengungkapkan bahwa gorong-gorong di beberapa titik bahkan tidak berfungsi sama sekali.

“Salah satunya di kilometer 5, sekitar ruko swalayan. Jembatan mati membuat air tidak mengalir. Harusnya air turun ke arah Rumah Sakit Siaga,” jelasnya.

Dalam proses penanganan, PUPR menggandeng Perumda PALD dan tim turbo untuk membuka sumbatan-sumbatan yang sulit dijangkau. Suri juga menegaskan pentingnya pemilik bangunan melakukan pengecekan rutin terhadap struktur bangunan, jembatan kecil, dan akses saluran air di depan tempat usaha mereka.

“Kami harap pemilik bangunan peduli. Cek apakah jembatan atau bangunan mereka justru menjadi penghalang air,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today