KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui program penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby, program tersebut menjadi bagian dari prioritas pembangunan melalui Barakat Gawe Banjarbaru untuk mewujudkan Banjarbaru Elok.
Berdasarkan data, sebanyak 159 rumah tidak layak huni telah mendapatkan penanganan sepanjang 2025. Program tersebut kemudian berlanjut pada 2026 dengan kembali menangani 102 rumah warga.
Dengan demikian, sepanjang 2025 hingga 2026 terdapat 261 rumah yang mendapatkan penanganan melalui program tersebut.
Pelaksanaan program melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjarbaru, serta dukungan perusahaan daerah dan sejumlah mitra strategis.
Penanganan RTLH tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik bangunan. Lebih dari itu, program ini harapannya mampu menghadirkan hunian yang lebih sehat, aman dan nyaman bagi masyarakat.
Salah satu penerima manfaat adalah Arif Fadillah, warga Kelurahan Loktabat Utara, Gang Kenitu Karang SO. Arif yang hidup seorang diri mendapat bantuan melalui program bedah rumah.
Rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi kurang layak kini mendapatkan perhatian dan perbaikan. Bagi Arif, bantuan tersebut menjadi hal yang sangat berarti.
“Terima kasih kepada Ibu Wali Kota. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya. Sekali lagi, terima kasih banyak,” ucap Arif.
Bersyukur
Hal serupa disampaikan Normawati, warga Kelurahan Loktabat Utara, Jalan Bina Murni Gang Abadi. Ia bersama suaminya selama ini menempati rumah dengan kondisi yang kurang layak.
Setelah mendapatkan bantuan bedah rumah, Normawati mengaku bersyukur. Apalagi, ia dan suaminya yang telah lanjut usia berharap dapat menjalani kehidupan di hunian yang lebih layak dan nyaman.
“Terima kasih Ibu Wali Kota yang akan bedah rumah kami. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kami yang sudah tua-tua ini,” ujarnya.
Program Barakat Gawe Banjarbaru menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari lingkungan terkecil, yakni rumah dan permukiman.
Perbaikan rumah warga juga menjadi bagian dari pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Pemko Banjarbaru pun berupaya menjaga keberlanjutan program tersebut agar pembangunan tidak hanya terlihat melalui pembangunan infrastruktur berskala besar, tetapi juga hadir di tengah permukiman dan rumah-rumah warga.
Dengan hunian yang lebih sehat, aman dan nyaman, masyarakat diharapkan dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik.





