KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.
Kegiatan tersebut untuk memperkuat pengendalian karhutla, khususnya melalui penguatan tata air, kesiapan sumber daya, pencegahan, serta pemanfaatan teknologi.
Wamenko Hanif mengecek saluran air di wilayah Karya Manuntung, Hutan Lindung Lianganggang bersama Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, demi memastikan kondisi saluran dan ketersediaan air untuk mendukung upaya pembasahan di kawasan yang berpotensi terdampak Karhutla.
Selanjutnya, Hanif memimpin rapat koordinasi di Posko Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Hutan Lindung Lianganggang.
Rakor tersebut melibatkan pemprov bersama unsur lintas sektor, di antaranya Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, KBO BINDA Kalsel dan instansi terkait.
Dalam rakor tersebut, Hanif menegaskan bahwa pengendalian karhutla harus secara terpadu dan berkelanjutan.
“Penguatan tata air menjadi salah satu faktor penting. Terutama dalam menjaga kelembapan lahan dan memastikan ketersediaan sumber air. Untuk mendukung kegiatan pembasahan serta pemadaman,” papar Hanif.
Setelah rakor, Wamenko Pangan bersama Kepala Dinas Kehutanan Kalsel dan jajaran Polda Kalsel meninjau uji coba teknologi pengendalian Karhutla di wilayah Pengayuan.
Pengujian teknologi antara lain drone thermal untuk mendeteksi titik panas yang tidak terlihat secara kasatmata. Termasuk potensi panas di bawah permukaan gambut.
Uji coba juga terhadap cairan berbahan dasar Methyl Ester Sulfonate (MES) untuk mendukung proses pembasahan dan pendinginan lahan gambut.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut hingga malam hari dengan pengecekan intake Lianganggang. Pemeriksaan untuk memastikan kondisi intake serta kelancaran aliran air yang menjadi salah satu sumber pendukung pembasahan kawasan rawan karhutla.





