Drainase, Jalan, PJU, hingga Pohon Jadi Keluhan Warga Guntung Paikat

oleh
Reses anggota DPRD Banjarbaru, Nurhalis Anshari, di kelurahan Guntung Paikat. Foto : Istimewa
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Nurkhalis Anshari, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses di RT 03/RW 02 Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru.

Dalam kegiatan tersebut, persoalan drainase menjadi salah satu keluhan utama warga. Sejumlah rumah masyarakat kerap mengalami genangan karena sistem drainase yang belum berfungsi secara optimal.

Nurkhalis mengatakan, sebenarnya jaringan drainase di kawasan tersebut sudah memiliki sambungan menuju Sungai Kemuning. Namun, masih terdapat sejumlah titik yang buntu, tidak terhubung, maupun mengalami kerusakan.

“Banyak rumah warga ternyata terjadi genangan. Ke depan kita usulkan pembenahan sistem drainase supaya air yang menggenang di rumah warga bisa tersalur ke salurannya,” katanya

Penanganan persoalan tersebut tidak selalu membutuhkan pembangunan jaringan baru. Sejumlah titik yang sudah tersedia cukup pembersihan dan koneksi kembali, sementara drainase yang rusak perlu perbaikan.

“Di belakang ada Sungai Kemuning, sebenarnya sudah ada sambungan semua. Tinggal mengoneksikan antara titik yang buntu dan sudah lama tidak ada pembersihan, atau perbaikan drainase yang rusak,” jelasnya.

Selain drainase, warga juga menyampaikan persoalan kemacetan yang terjadi di sekitar SD Guntung Paikat 1. Kemacetan terutama terjadi pada jam penjemputan siswa ketika kendaraan orang tua menumpuk di sekitar sekolah.

Nurkhalis menyebut salah satu solusinya adalah melakukan penutupan drainase di sisi jalan sehingga ruang untuk parkir kendaraan lebih luas tanpa terlalu mengganggu arus lalu lintas.

“Kalau pengantaran biasanya lancar, tetapi setiap penjemputan terjadi kemacetan karena orang tua menunggu anaknya. Mobil-mobil menumpuk,” sebutnya.

Aspirasi Masyarakat

Selain itu, aspirasi masyarakat juga mencakup perbaikan jalan yang belum beraspal. Untuk ruas dengan ukuran relatif kecil, pengaspalan memungkinkan melalui skema pemeliharaan atau peningkatan jalan.

Persoalan penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi catatan dalam reses tersebut. Sejumlah titik yang belum memiliki penerangan akan diusulkan agar mendapat perhatian pemerintah.

Tak hanya itu, warga turut mengeluhkan keberadaan pepohonan yang sudah cukup tinggi dan berpotensi mengganggu PJU maupun kabel jaringan listrik.

Nurkhalis menegaskan, penanganan pohon tersebut bukan berarti harus ditebang. Pemangkasan dan perapian dapat dilakukan untuk mengurangi potensi bahaya, terutama risiko dahan patah atau pohon tumbang.

“Pohon-pohon di sini sangat tinggi. Ada yang menutupi PJU dan ada yang melindungi kabel-kabel listrik. Diusulkan untuk dipangkas, bukan ditebang, tetapi dirapikan. Ini juga untuk menanggulangi bahaya pohon roboh ataupun dahan-dahannya,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today