Zonasi Sekolah dan Dampak Kabut Asap Karhutla, Keluhan Warga Asmi 2 Bersinar kepada Anggota DPRD Banjarbaru

oleh
Reses anggota DPRD Banjararu di Komplek Asmi 2 Landasan Ulin Utara. Foto : Istimewa
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Dicky Eka Putra, menggelar reses titik kedua di Kompleks Asmi 2 Bersinar, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Lianganggang, Kota Banjarbaru.

Dalam reses tersebut, warga menyampaikan sejumlah aspirasi. Mulai dari persoalan zonasi sekolah, dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), fasilitas umum (fasum) lingkungan, hingga sarana Posyandu.

Dicky mengatakan, persoalan zonasi menjadi salah satu keluhan utama warga. Sejumlah anak di kawasan tersebut menghadapi kendala dalam memilih sekolah karena wilayah tempat tinggal mereka belum masuk dalam zona sekolah tertentu.

“Masalah zonasi pelajar menjadi kendala karena ada beberapa wilayah yang belum masuk zona. Ini terkendala aturan dari Kementerian, karena jarak dari sekolah sekitar dua kilometer,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian anak di sekitar Kompleks Asmi 2 Bersinar harus menempuh jarak yang relatif jauh untuk mendapatkan akses pendidikan.

Selain pendidikan, warga juga menyampaikan kekhawatiran terkait kabut asap akibat karhutla yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah Banjarbaru.

Anggota DPRD Banjarbaru ini menyebut Pemerintah Kota Banjarbaru bersama berbagai pihak telah berupaya melakukan langkah pencegahan dan penanganan untuk meminimalisasi dampak karhutla.

“Pemerintah kota juga sudah berusaha untuk meminimalisir kebakaran hutan dan lahan. Mudah-mudahan ke depannya tidak terjadi bencana seperti ini lagi,” ucapnya.

Aspirasi lainnya berkaitan dengan fasilitas umum di lingkungan RT. Warga mengusulkan pembangunan fasum sehingga bisa bermanfaat untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan.

Warga juga mengusulkan penambahan fasilitas di Posyandu. Salah satu kebutuhan yakni tangga yang dapat memudahkan pasien atau warga saat naik untuk menjalani pemeriksaan.

Ia memastikan akan menindaklanjuti usulan tersebut. Untuk kebutuhan tangga di Posyandu, ia menyatakan siap mengakomodir secara langsung.

“Untuk masalah Posyandu sebenarnya fasilitasnya sudah cukup, hanya ada satu permintaan, yaitu tangga untuk pasien naik saat diperiksa. Insyaallah akan kami akomodir sendiri,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today