Wamenko Pangan Hanif Turun Langsung Padamkan Karhutla, Asap Sempat Lumpuhkan Arus Lalu Lintas

oleh
Karhutla hebat di Peramuan Banjarbaru yang turut dipadamkan oleh Wa
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Pangan, Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke Kalsel, tepatnya di Banjarbaru, Selasa (18/8/2026). Bertepatan dengan kedatangan Wamenko, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat terjadi di Peramuan, Landasan Ulin dan Pengayuan, Liangangggang, Banjarbaru.

Hanif pun turun langsung memadamkan kobaran api yang melahap lahan yang banyak pohon galam. Api sempat membubung dan bisa saja membakar alat berat yang terpakir dekat lokasi kebakaran.

Dengan sigap, Hanif memimpin pemadaman dan berhasil melumpuhkan kobaran api di sebagian tempat. Namun di karhutla di titik lain masih terjadi.

Memang karhutla di Pengayuan Liangangggang, petang tadi terjadi di beberapa titik yang beredakat.

Arus lalu lintas sempat terhenti akibat gumpalan asap karhutla mulai menyelimuti jalan di Kota Idaman menuju Pelaihari Tanahlaut.

Hal serupa juga terjadi di Jalan Peramuan, Landasan Ulin. Arus lalin juga terhenti sejak pukul 16.32 Wita hingga malam hari.

Kabut asap di lokasi ini terus membubung lantaran karhutla yang masih menjalar ilalang di semak belukar.

Tak Bisa Parsial

Wamenko Hanif mengakatan, penanganan karhutla di Kalsel tidak bisa hanya secara parsial maupun sektoral. Seluruh elemen, mulai dari masyarakat hingga aparatur pemerintah, perlu bergerak bersama untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.

“Kondisi wilayah yang rawan kebakaran membutuhkan penanganan terpadu dengan membagi titik-titik pemadaman dan membentuk pengamanan secara bersama-sama,” kata Hanif.

Hanif bilang Pemprov Kalsel perlu mengakselerasi berbagai upaya yang selama ini dengan mengombinasikan seluruh sumber daya yang tersedia.

“Ini enggak bisa parsial penanganannya, enggak bisa sektoral. Ini harus semesta. Harus semuanya bergerak,” paparnya.

Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam penanganan karhutla. Selain masyarakat, unit-unit usaha serta ASN di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota juga dinilai perlu dilibatkan secara maksimal.

Hanif mengingatkan semua agar kebakaran lahan yang terus terjadi tidak dianggap remeh. Berdasarkan dokumen akademik BMKG yang dia rujuk, kondisi cuaca yang mendukung terjadinya kebakaran diperkirakan baru mulai menurun pada November.

“Jangan aanggap remeh. Ini apinya terus terjadi dan sesuai dengan dokumen akademik BMKG, ini baru akan turun di bulan November,” paparnya.

Sementara itu, terkait vegetasi yang terbakar, didominasi tanaman galam atau galaman. Vegetasi tersebut merupakan bagian dari hutan sekunder yang sebelumnya pernah lebat, kemudian mengalami penebangan dan tumbuh kembali.

Vegetasi seperti galam dan alang-alang yang tumbuh cukup lebat dapat menjadi salah satu sumber bahan bakar yang mempercepat penyebaran api.

Visited 1 times, 1 visit(s) today