KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Ahad (25/10/2026) sore.
Hujan ini diklaim hasil dari operasi modifikasi cuaca atau OMC yang tengah dilakukan Lanud Sjamsudin Noor bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.
Daerah yang turub hujan antara lain, Banjarbaru, Banjar dan Kotabaru. Sedangkan di sejumlah wilayah lainnya masih ada kabut asap.
“Ini hasik modifikasi cuaca. Memang ada potensi awan hujan di Banjarbaru, Banjar Kotabaru dan melalui OMC,” papar Klaus Johannes Apoh Damanik, Kepala Stasiun Klimatologi Kalsel, via seluler.
“Semoga (hujan ini) dapat mengurangi asap dan dapat membasahi lahan gambut kita,” sambungnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Roony Eka Saputra, juga menyampaikan klaim serupa.
Ronny bilang hujan kali memang hasil dari modifikasi cuaca yang telah berlangsung sejak 10 Oktober lalu.
“Semoga dengan adanya potensi awan hujan, kami bisa terus melakukan OMC untuk memadamkan karhutla yang terjadi di Kalsel,” doanya.
Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah menambahkan, operasi modifikasi cuaca sudah mulai masif sejak 10 Oktober lalu.
“Untuk beberapa hari ini sampai tiga hari ke depan potensi awan cukup banyak, jadi memperkuat OMC,” tutupnya.





