Pemilihan Nanang Galuh Kalsel 2026 Berkhir, Wakil HSU dan Banjarmasin Keluar Sebagai Pemenang

oleh
Proses pemilihan Nanang Galuh Kalsel 2026 resmi berakhir. Foto : MC Kalsel
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Kepala Disdikbud Kalsel Abdul Rahim menjelaskan, Pemilihan Nanang dan Galuh Kalsel 2026 berlangsung pada 20–25 Oktober 2026 dan diikuti 40 peserta dari 12 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Mengusung tema “Kenali Budayanya, Hidupkan Ceritanya, Ciptakan Masa Depannya”, kegiatan ini dirancang untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berwawasan budaya, komunikatif, kreatif, dan siap berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan daerah.

Penilaian berdasarkan enam aspek, yaitu pengetahuan budaya, kualitas gagasan, karakter, kemampuan komunikasi, kreativitas digital, dan aksi nyata. Aspek tersebut menegaskan bahwa seorang duta budaya tidak cukup hanya memiliki penampilan menarik, tetapi juga harus dibekali pengetahuan, gagasan, kreativitas, dan kepedulian terhadap pelestarian kebudayaan.

Dalam grand final tersebut, Muhammad Abdi Rahman dari Kabupaten Hulusungai Utara terpilih sebagai Nanang Kalsel 2026. Sedangkan Shouma Hunafa dari Kota Banjarmasin sebagai Galuh Kalsel 2026.

Adapun Wakil I Nanang Muhammad Faishal dari Kota Banjarmasin dan Wakil I Galuh Nayla Amali dari Kabupaten Banjar. Selanjutnya, Wakil II Nanang Nazril Wafa Pandya dari Kabupaten Banjar, sedangkan Wakil II Galuh Nayshila Puspita dari Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Wakil III Nanang Thariq dan Wakil III Galuh Sasi Rasyida, keduanya dari Kota Banjarmasin. Wakil IV Nanang Saputra dari Kabupaten Barito Kuala dan Wakil IV Galuh Ayu Zahra dari Kabupaten Banjar. Sementara itu, Wakil V Nanang Hijrah Mubarak dari Kota Banjarbaru. Dan Wakil V Galuh Tatia Mida Rahmawati dari Kabupaten Barito Kuala.

Selain itu juga ada penghargaan lainnya. Yaitu Nanang dan Galuh Favorit, Muhammad Desvi Fajerianor (Balangan) dan Anugerah Nur Rachmadhina (Kotabaru). Kemudian Nanang dan Galuh Persahabatan, Na’im (HST) dan Siti Noor Khalizah (Balangan). Berikutnya Nanang dan Galuh Berbakat Al Fatih Yorie Dava Lingga (Tanah Laut 2) dan Sya’baniatie Ninda Septia (Tabalong 2). 

Selanjutnya Challenge Inkubasi Event Budaya Banua dari Kota Banjarmasin ( 2026 ) dan HSU ( 2027 ). Challenge Jelajah Banua

Nanang Muhammad Nur hadi ( Kab.banjar 2 ) dan Galuh Maulidea ( HST ). Challenge konten kreator Nanang Ahmad Sofwan Ridhoni ( Tala 1 ) dan Galuh Siti Rahmawati ( Tanbu 2 ). Challenge Basurah Budaya Nanang Nazril Wafa Pandya ( Kab. Banjar 1 ) dan Galuh Indah Nur Afifah ( Tala 1 ).

Mitra Pemerintah

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menekankan pentingnya menjadikan Nanang dan Galuh sebagai mitra strategis pemerintah. Dalam menghidupkan kembali kearifan lokal di tengah masyarakat.

Menurut Syarifuddin, masih banyak generasi muda yang belum mengenal kekayaan budaya daerahnya sendiri. Karena itu, keberadaan Nanang dan Galuh harapannya dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan budaya lokal kepada masyarakat, khususnya kalangan anak muda.

“Melalui pemilihan Nanang dan Galuh ini, nantinya mereka dapat mengangkat budaya-budaya lokal. Masih banyak anak-anak kita yang belum mengetahui budaya sendiri. Dengan kegiatan positif bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, kita ingin kearifan-kearifan lokal kembali muncul,” ujar Syarifuddin.

Ia menegaskan, peran Nanang dan Galuh terwujud melalui kegiatan yang berkelanjutan, bukan hanya selama masa pemilihan atau ketika menghadiri kegiatan seremonial. Para duta budaya terlibat dalam berbagai aktivitas kebudayaan di kabupaten/kota masing-masing, dengan penugasan dan ukuran kinerja yang jelas.

“Pemerintah provinsi mendukung langkah Dinas pendidikan dan kebudayaan menempatkan Nanang dan Galuh sebagai mitra kerja, lengkap dengan penugasan dan ukuran kinerja di kabupaten dan kota masing-masing,” tambahnya.

Selain aktif memperkenalkan kebudayaan daerah, Nanang dan Galuh harapannya juga terus memperdalam pengetahuan tentang tradisi, kesenian, sejarah, dan nilai-nilai lokal Kalimantan Selatan. Penguasaan bahasa Banjar menjadi salah satu kemampuan penting agar mereka dapat menyampaikan pesan budaya secara tepat dan dekat dengan masyarakat.

Nanang Galuh juga harus menjaga etika, tutur kata, dan empati dalam berinteraksi, terutama di ruang digital dan media sosial. Dengan karakter dan kemampuan komunikasi yang baik, Nanang dan Galuh harapannya mampu memanfaatkan platform digital untuk menyebarluaskan informasi kebudayaan sekaligus memperkenalkan identitas Banua kepada khalayak yang lebih luas.

Visited 1 times, 1 visit(s) today