KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Adanya layanan angkutan pengumpan atau feeder Trans Banjarbaru mempermudah mobilitas masyarakat di Kota Banjarbaru. Dari rencana pengembangan sebanyak 20 trayek, saat ini sudah ada 11 trayek yang beroperasi dengan dukungan 17 armada.
Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Transportasi Dinas Perhubungan Banjarbaru, Edy Sabara, menjelaskan layanan tersebut mulai beroperasi pada 2024 dengan tujuh trayek. Jumlahnya kemudian bertambah menjadi 11 trayek pada 2025 dan masih berjalan hingga sekarang.
Berdasarkan data operasional, Trayek 1 menjadi rute dengan jumlah penumpang tertinggi dari trayek lainnya. Rute 1 melintasi Jalan A.Yani – Halte Al Mukkaramah – Landasan Ulin
Dalam satu bulan, jumlah pengguna pada trayek tersebut tercatat mencapai sekitar 3.500 hingga 3.600 orang. Tingginya pemanfaatan layanan ini karena kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama pada pagi dan sore hari.
“Trayek 1 paling ramai, terutama pagi dan sore, karena banyak yang terhubung dengan layanan Trans Banjarbakula,” jelasnya.
Integrasi dengan transportasi umum lainnya menjadi salah satu faktor yang mendukung tingginya penggunaan rute tersebut. Masyarakat dapat memanfaatkan angkutan feeder untuk melanjutkan perjalanan menggunakan layanan transportasi yang terhubung.
Sementara itu, sejumlah trayek lainnya memiliki tingkat penggunaan yang lebih rendah. Berdasarkan data Dinas Perhubungan, jumlah penumpang pada rute yang relatif sepi berkisar 600 orang dalam satu bulan.
Dinas Perhubungan Banjarbaru memastikan layanan Trans Banjarbaru hingga saat ini masih gratis. Angkutan ini harapannya membantu berbagai kelompok pengguna, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum yang membutuhkan transportasi untuk aktivitas sehari-hari.
“Untuk sekarang masih gratis. Jadi, masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini untuk ke sekolah maupun menunjang aktivitas lainnya,” ujarnya.
Operasional angkutan feeder mengikuti jalur yang ada. Penumpang dapat menyesuaikan lokasi naik dan turun, tetapi pengemudi tetap berhenti di titik-titik yang telah ditetapkan dalam rute pelayanan.
Operasional Hingga 19.00 Wita
Adapun jam operasional layanan berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 19.00 Wita, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan untuk perjalanan pada pagi sampai malam hari.
Dalam memberikan pelayanan, Dinas Perhubungan Banjarbaru menerapkan standar pelayanan minimal (SPM) sesuai ketentuan Kementerian Perhubungan. Fasilitas keselamatan yang tersedia antara lain kamera pemantau serta sistem peringatan bagi pengemudi.
Sistem tersebut dapat memberikan peringatan apabila kendaraan melaju melebihi batas kecepatan. Selain itu, terdapat pula fitur peringatan untuk membantu mengantisipasi kondisi pengemudi yang mengantuk.
Dinas perhubungan juga menyebut pelayanan agar lebih inklusif, sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat dengan beragam kondisi.
Untuk mendukung operasional 17 armada yang tersedia, anggaran layanan berada di kisaran Rp10 miliar per tahun. Skema yang ada berupa pembelian layanan oleh pemerintah, termasuk kebutuhan operasional kendaraan.
Ke depan, Dishub Banjarbaru merencanakan pengembangan hingga 20 trayek. Penambahan jangkauan tersebut diharapkan memperluas akses transportasi umum sekaligus meningkatkan kemudahan masyarakat dalam menjangkau berbagai tujuan di wilayah Banjarbaru.





