KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Dana bantuan presiden (banpres) untuk tujuh kabupaten di Kalimantan Selatan kembali tersedia, peruntukannya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Â Tujuh daerah menerima bantuan serupa. tersebut menyusul pengajuan kembali permohonan bantuan oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin agar daerah yang belum terakomodasi turut memperoleh dukungan penanganan karhutla.
Dalam kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Banjarbaru pada 19 Oktober 2026, Gubernur Muhidin kembali menyampaikan kebutuhan bantuan bagi daerah yang belum masuk dalam daftar penerima.
Tujuha kabupaten penerima banpres tahap dua ini adalah Banjar, Barito Kuala, Hulusungai Tengah, Hulusungai Utara, Balangan, Tabalong dan Kotabaru.
Rinciannya, Banjar menerima paling banyak, yakni Rp20 miliar. Sementara enam kabupaten sisanya masing-masing kebagian Rp10 miliar.
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Banjar, H Yudi Andrea, mengakui daerahnya mendapatkan dana bantuan untuk penanganan karhutla.
“Alhamdulillah kita (Banjar) kebagian banpres,” singkatnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan data penerima dan besaran banpres tahap dua ini memang benar.
“Memang ada banpres tahap dua dan disalurkan langsung ke kabupaten penerima,” kata Ronny ucap Ronny.
“Semoga banpres ini bisa membantu kawan-kawan di kabupaten dan kota dalam penanganan karhutla di daerah masing-masing,” doanya.
Sebelumnya banpres tahap pertama senilai Rp100 miliar dikucurkan untuk lima kabupaten dan kota di Kalsel serta BPBD provinsi.
Kelima daerah itu adalah Banjarbaru, Tanahlaut, Tanahbumbu, Hulusungai Selatan dan Tapin. Total banpres untuk Kalimantan Selatan, sejauh ini sudah mencapai Rp180 miliar.





