KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Di tengah musim kemarau, hujan yang klaimnya dari buatan atau modifikasi cauca mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, dalam dua hari ke belakang. Pada Kamis (24/9/2026), hujan turun di beberapa kawasan di Hulusungai.
Kemudian pada Jumat (25/9/2026), hujan juga mengguyur wilayah kota. Seperti Banjarmasin dan Banjarbaru. Landasan Ulin, Lianganggang dan beberapa kecamatan di Banjarmasin misalnya.
Hujan tersebut diklaim hasil dari operasi modifikasi cuaca atau OMC. Dalam pelaksanaannya, OMC dilakukan dengan cara menyemai garam dan bahan semai lainnya ke awan yang potensial.
Menggunakan Pesawat Cessna Caravan 208B dengan nomor registrasi PK-SNP, penyemaian garam sekitar 1 ton dalam sekali terbang, untuk memicu hujan buatan di langit Kalsel.
“Ini (hujan) hasil dari modifikasi cuaca oleh BNPB bersama BMKG,” jelas Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, di sambungan seluler, Sabtu (26/9/2026).
“OMC ini kami lakukan sejak 22 September kemarin,” imbuhnya.
Modifikasi cuaca ini dengan tujuan meminimalisir kabut asap dampak dari karhutla di Kalsel, yang terus terjadi. Termasuk demi pembasahan lahan gambut agar tidak mudah terbakar.
Berbagai upaya telah dan terus berjalan untuk menanggulangi kejadian karhutla di Banua.
Seperti pembuatan kanal baru, normalisasi aliran air untuk pembasahan lahan dan mempermudah helikopter water bombing mengambil air dalam pemadaman karhutla melalui jalur udara.
Menyiapkan pompa air, penyediaan drone thermal. Termasuk operasi modfikasi cuaca yang sudah beberapa kali.
Selain sempat berdampak pada terganggunya aktivitas Bandara Syamsudin Noor, kabut asap karhutla juga berdampak pada kesehatan masyarakat.
Teranyar, pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum di Jalan Guberbur Syarkawi, Gambut, Banjar harus evakuasi lantaran terpapar kabut asap pekat karhutla.
Sebab karhutla terjadi di sekitar rumah sakit jiwa yang berada di bawah kewenangan Pemprov Kalsel ini.
“Semoga hujan yang terjadi dapat mengurangi kabut asap dan membuat lahan tetap basah. Serta bisa meredam karhutla,” harap Ronny.





