KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Muhidin, memanggil pejabat PLN Daerah dan Pusat, Rabu (29/7/2026). Mewakili PLN, GM PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono dan Executive Vice President Operasional Sumatera Kalimantan PT. PLN Pusat, Saleh Siswanto.
Kepada gubernur, Iwan Soelistijono, menjelaskan tiga pembangkit besar yang mengalami perbaikan berlokasi di Kalsel dan Kalteng tepatnya di Kabupaten Gunungmas. “Di Kalteng sendiri, ada PT SKS Listrik Kalimantan (SLK) yang memiliki dua pembangkit kapasitas 100 MW,” jelas Iwan.
Iwan mengaku bahwa pembangkit nomor satu kondisi aman dan andal, pembangkit nomor dua mengalami perbaikan. “Insyaallah gangguan yang terjadi di 22 Juli, tanggal 5 Agustus 2026 akan beroperasi kembali sebesar 100 MW, jadi totalnya 200 MW,” katanya.
Kemudian, PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) yang berada di Tabalong dengan dua pembangkit kapasitas 100 MW, juga mengalami gangguan pada pembangkit keduanya.
Perbaikan yang semula ditarget rampung 30 Juli 2026, sudah rampung dikerjakan pada Selasa 28 Juli 2026.
“Pembangkit berikutnya adalah yang di Kalsel PLTU Asam-Asam Unit 3 dan 2. PLTU Asam-Asam Unit 3 mempunyai kapasitas 54 MW,” tambah Iwan.
Muhidin memastikan berdasarkan penjelasan dari PLN UID Kalselteng memastikan pemadaman listrik bergilir di Kalsel akan berakhir pada awal Agustus 2026 mendatang, namun dengan status masih siaga.
Paling lambat, sistem kelistrikan di Kalsel benar-benar pulih jika PLTU Asam-asam rampung diperbaiki pada 25 Agustus mendatang.
“Tanggal 25 Agustus itu sudah tidak ada lagi siaga, jadi normal seperti biasa,” singkat Muhidin.





