Antrean Truk Solar Bikin Macet Jalan A. Yani Banjarbaru, Pemko Siapkan Kantong Parkir

oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru bergerak mencari solusi atas antrean panjang truk pengisi solar di SPBU Loktabat Selatan, Jalan A. Yani Kilometer 31. Menyiapkan lahan khusus untuk menjadi lokasi antrean kendaraan berat agar truk tidak lagi memenuhi bahu hingga badan jalan nasional.

Pembahasan langkah tersebut dalam rapat koordinasi di Kecamatan Banjarbaru Selatan bersama pengelola SPBU, pemilik lahan, dan instansi terkait pada Senin (20/7/2026).

Camat Banjarbaru Selatan Muhamad Firman mengatakan, percepatan pembersihan lahan menjadi prioritas agar lokasi tersebut segera dapat berfungsi sebagai kantong antrean.

“Kalau lahannya sudah bersih, bisa lebih dulu pengerjaan akses jembatan keluar-masuk truk. Itu nanti dikoordinasikan dengan pemilik lahan,” katanya.

Firman menambahkan, para sopir truk pada prinsipnya mendukung rencana pemindahan antrean ke lokasi baru. Dukungan itu harapannya mempercepat realisasi penataan sehingga kendaraan tidak lagi mengantre di badan Jalan A. Yani.

Selama beberapa pekan terakhir, antrean truk pengisi solar di SPBU tersebut mencapai sekitar satu kilometer. Kondisi itu menyebabkan sebagian ruas Jalan A. Yani Kilometer 31 hingga Kilometer 32 dipenuhi kendaraan berat dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Sementara itu, Pengelola SPBU Loktabat Selatan Ahmad Yunani mengungkapkan, pihaknya telah lama mencari lokasi alternatif yang mampu menampung antrean kendaraan.

Hasil koordinasi dengan warga dan ketua RT setempat akhirnya mengarah pada pemanfaatan lahan di kawasan Sidodadi II, di samping salah satu ritel modern, sebagai area parkir sekaligus lokasi antrean truk.

Meski demikian, lokasi tersebut masih memerlukan pembangunan jembatan sebagai akses kendaraan karena terdapat saluran air. Selain itu, proses pembangunan juga menunggu penyelesaian terkait beberapa warung dan usaha tambal ban yang berada di sekitar jalur masuk.

“Pemilik lahan setuju, masyarakat juga setuju. Tinggal menunggu persetujuan pembangunan jembatan karena di sana masih ada warung dan usaha tambal ban,” ungkapnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today