KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Banjarmasin meningkat dalam empat pekan terakhir. Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mencatat kenaikan kasus mencapai 14,8 persen.
Berdasarkan data, jumlah kasus meningkat dari 1.632 kasus pada minggu ke-30 menjadi 1.874 kasus pada minggu ke-33. Artinya, terdapat tambahan 242 kasus dalam kurun waktu tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, mengatakan kasus ISPA sempat menurun pada minggu ke-32 sebelum kembali meningkat dan mencapai angka tertinggi pada minggu ke-33.
“Setelah sempat menurun pada minggu ke-32, kasus kembali meningkat dan mencapai angka tertinggi pada minggu ke-33,” ujarnya, Jumat (4/9/2025).
Menurutnya, peningkatan kasus menjadi perhatian karena kondisi lingkungan dalam beberapa waktu terakhir turut terkena paparan asap dan polusi udara. Namun, dinas masih melakukan kajian untuk mengetahui faktor yang paling dominan memicu kenaikan tersebut.
“ISPA dapat terpengaruh berbagai faktor, termasuk infeksi dan paparan polusi atau asap,” katanya.
Di tengah peningkatan kasus, Dinas Kesehatan Banjarmasin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat perlindungan diri, terutama saat kualitas udara memburuk.
Dinas meminta warga agar mengurangi paparan asap dengan membatasi aktivitas di luar ruangan. Serta menggunakan pelindung pernapasan ketika berada di lingkungan dengan kualitas udara yang kurang baik.
“Kami mengingatkan warga untuk menjaga daya tahan tubuh dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mulai mengalami gejala gangguan pernapasan,” pungkasnya.





