500 Pedagang Pasar Antasari Mulai Go Digital, Dagangan Dibidik Tembus Pasar Nasional

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Sebanyak 500 pedagang Pasar Sentra Antasari Banjarmasin mulai didorong beradaptasi dengan pola perdagangan digital melalui pelatihan jualan online, Sabtu (5/9/2026).

Pelatihan yang dibuka Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, tersebut membekali pedagang dengan kemampuan dasar berjualan secara online hingga mengenal sistem e-commerce.

Ananda menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, perkembangan ekonomi saat ini tidak lagi hanya mengandalkan transaksi secara langsung di toko maupun pasar, tetapi juga melalui platform digital.

“Toko offline jalan, toko online juga jalan. Jadi saling melengkapi,” katanya.

Ia menilai potensi transaksi melalui platform online terus berkembang. Karena itu, pedagang pasar perlu beradaptasi agar tidak tertinggal seiring perubahan pola belanja masyarakat.

Direktur Utama Perumda Pasar, Muhammad Abdan Syakura, mengatakan pelatihan mengikutkan 500 pedagang dan berlangsung selama dua hari. Sebanyak 250 pedagang mengikuti pelatihan pada hari pertama, sedangkan 250 pedagang lainnya rencana akan mengikuti pelatihan pada hari berikutnya.

“Jadi hari ini 250 pedagang, besoknya 250 pedagang,” ujarnya.

Materi pelatihan mulai dari dasar, seperti membuat akun online, hingga pengenalan sistem e-commerce. Pedagang juga harapannya tidak hanya memahami teori, tetapi mulai memanfaatkan teknologi untuk memperluas pemasaran.

Menurut Abdan, tantangan utama digitalisasi pedagang berada pada kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.

“Ini jadi tantangan bagi para pedagang bagaimana mereka bisa beradaptasi terhadap kecanggihan teknologi, kemudian perilaku pasar dan lainnya,” terangnya.

Ia menegaskan digitalisasi bukan berarti pedagang meninggalkan lapak fisik di pasar. Penjualan online justru menjadi pelengkap untuk memperluas jangkauan pasar.

“Meski kita dorong digital, mereka tetap berdagang di pasar karena kita ingin mereka bisa berjualan online yang jangkauannya tidak hanya Banjarmasin tapi nasional,” sebutnya.

Abdan menilai digitalisasi semakin penting bagi pedagang dengan komoditas yang memiliki persaingan ketat, seperti pakaian dan kosmetik. Sementara kebutuhan pokok dinilai masih memiliki pasar yang relatif kuat.

“Kalau sembako saya lihat masih bagus, tapi kalau jualan baju, kosmetik dan lain sebagainya kompetitif sekali persaingannya. Jadi kompetitif ini kita terus upgrade kapasitas dari para pedagang sehingga mereka bisa untuk berjualan secara online,” tuturnya.

Setelah Pasar Sentra Antasari, Perumda Pasar berencana memperluas pelatihan digitalisasi kepada pedagang di Pasar Lima dan Pasar Sudimampir.

Visited 1 times, 1 visit(s) today