KALSELMAJU.COM, RANTAU – Pemkab Tapin mengusulkan sejumlah ruas jalan dan jembatan strategis agar masuk Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah 2026. Usulan ini bertujuan memperkuat konektivitas kawasan pangan, energi, dan pariwisata Pegunungan Meratus.
Bupati Tapin H. Yamani menyampaikan langsung usulan tersebut kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Senin (08/06/2026). Ia menegaskan pemerintah daerah sudah mengajukan daftar prioritas infrastruktur.
Lanjutnya, membangun infrastruktur untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan membuka akses wilayah potensial yang selama ini terkendala kondisi jalan.
“Daftar Inpres Jalan Daerah 2026 sudah siap, dan berorentasi pada penguatan swasembada pangan, energi, dan pariwisata pegunungan meratus”katanya.
Menurutnya, peningkatan konektivitas jalan akan berdampak langsung pada efisiensi logistik dan mobilitas masyarakat antarwilayah.
“Konektivitas jalan yang memadai menjadi faktor penting dalam menekan biaya logistik, mempercepat distribusi hasil pertanian, dan meningkatkan mobilitas masyarakat antarwilayah,” katanya.
Selain sektor pangan dan energi, Pemkab Tapin juga menargetkan pengembangan akses menuju kawasan Pegunungan Meratus. Pemerintah daerah mendorong percepatan infrastruktur untuk mendukung destinasi wisata unggulan di Kalimantan Selatan tersebut.
Yamani menyebut, perbaikan akses jalan berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Saat ini, Pemkab Tapin tengah mematangkan dokumen usulan agar sesuai dengan persyaratan pemerintah pusat, termasuk penyelarasan data teknis dan penentuan kawasan prioritas pembangunan.
“Kami ingin memastikan seluruh usulan yang diajukan benar-benar memenuhi ketentuan yang berlaku dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Yamani menegaskan, Pemkab Tapin optimistis program Inpres Jalan Daerah dapat mempercepat pembangunan wilayah, terutama dalam memperkuat konektivitas antarwilayah dan pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah.





