KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Jalur alternatif Jalan Bypass Banjarbaru-Batulicin menjadi sorotan DPRD Kalsel. Terutama terkait fasilitas keselamatan. Seperti penerangan jalan umum (PJU), rambu-rambu, hingga jaringan komunikasi.
“Ruas jalan itu rawan kecelakaan akibat kurangnya penerangan jalan umum. Kondisi ini perlu segera ditangani demi keselamatan pengendara,” kata anggota DPRD Kalsel, Ahmad Sarwani, usai rapat di Komisi III DPRD Kalsel, Senin 13 April 2026
Menurutnya, sejumlah kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di jalur tersebut. Kejadian itu baik terlihat langsung di lapangan maupun melalui laporan berbagai media.
“Minimnya penerangan menjadi salah satu faktor utama. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Selain PJU, Sarwani juga menyoroti kurangnya rambu-rambu lalu lintas serta terbatasnya jaringan sinyal komunikasi di jalur tersebut. Meski demikian, ia mengapresiasi keberadaan jalan tersebut. Karena mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Sarwani pun mendorong agar peningkatan fasilitas seperti PJU, rambu lalu lintas, dan penguatan jaringan sinyal dapat segera terealisasi melalui penganggaran tahun ini.
Ia juga membuka kemungkinan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, mengingat status jalan tersebut merupakan jalan nasional.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi, mengakui masih ada sejumlah titik yang gelap di jalur tersebut. Dikatakan, sebagian ruas jalan pada jalur tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, sehingga penanganannya tidak sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab pemerintah daerah.
“Memang masih ada titik yang gelap, karena sebagian jalan itu adalah jalan nasional. Jadi penanganannya juga ada sebagian menjadi yang menjadi kewenangan pusat,” ucapnya.





