KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Deretan penyedia jasa penukaran uang baru memadati sepanjang Jalan Lambung Mangkurat, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Minggu (15/3/2026).
Memasuki H-5 Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, permintaan uang pecahan kecil terus meningkat seiring tradisi berbagi saat hari raya.
Rifani, penyedia jasa tukar uang yang sudah 11 tahun menekuni profesi ini, mengatakan biaya jasa penukaran saat ini berkisar 20–25 persen. Ia memperkirakan angka tersebut naik hingga 30 persen saat H-3 Lebaran karena permintaan semakin tinggi.
“Meski jasanya sudah 20 sampai 25 persen, tetap ramai,” ujarnya.
Menurutnya, banyak warga memilih jasa penukaran di pinggir jalan karena lebih praktis daripada menukar di bank. Proses mendapatkan uang baru dari bank pun kini lebih sulit.
“Sekarang kami juga dapat potongan saat menukar di bank. Selain itu kadang harus menunggu sampai sebulan baru ada uang baru,” jelasnya.
Pecahan yang paling dominan adalah Rp5.000 dan Rp10.000. Kedua pecahan ini biasanya untuk berbagi kepada anak-anak saat momen silaturahmi Lebaran.
Salah seorang warga, Rusdi, mengaku memilih jasa penukaran di pinggir jalan karena lebih efisien. Meski biayanya cukup tinggi, ia tidak mempermasalahkannya.
“Di sini lebih praktis. Anggap saja untuk berbagi rezeki saat Lebaran,” katanya.





