KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Tulisan kaligrafi nama Masjid Raya Sabilal Muhtadin di Banjarmasin ternyata berwarna putih. Sebelumnya kaligrafi masjid ikonik Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut terlihat berwarna biru.
Alasannya karena warna itu merupakan stiker pelapis akrilik yang menutupi warna dasar, agar saat perbaikan tidak terjadi kerusakan.
“Betul. Kemarin pemasangan, perbaikan warna sudah selesai,” ujar Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Muhammad Tambrin, Sabtu, (25/01/2026).
Perubahan warna ini menjadi bagian dari penyesuaian estetika kawasan masjid menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Tambrin menjelaskan, pemilihan warna putih memiliki makna religius dan tidak berkaitan dengan unsur lain di luar konteks ibadah.
“Putih itu warna suci. Dalam sunah Rasul, warna putih dianjurkan untuk pakaian, terutama saat salat atau pergi ke masjid,” ujarnya.
Menurutnya, warna putih juga melambangkan kesucian dan kesederhanaan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Karena itu, warna tersebut mereka nilai paling tepat untuk digunakan pada elemen kaligrafi masjid.
“Persepsi yang betul yang sekarang.
Semoga kita penuh keberkahan menyambut
Nisfu sya’ban dan Awal ramadhan,” katanya.
Tambrin menambahkan, perubahan warna tersebut sekaligus untuk meluruskan berbagai spekulasi yang sempat berkembang di masyarakat, khususnya di media sosial, yang mengaitkan warna sebelumnya dengan muatan tertentu.
“Ini juga untuk meluruskan spekulasi di luar. Tidak ada muatan politik apa pun dalam pemilihan warna kaligrafi masjid. Kita tetap baik sangka atas saran dan kritik untuk kebaikan semua,” tegasnya.
Ia memastikan seluruh proses renovasi Masjid Raya Sabilal Muhtadin dilakukan murni untuk peningkatan kenyamanan dan kekhusyukan jemaah.
Renovasi rencananya akan rampung sebelum memasuki bulan Ramadan agar masjid siap untuk berbagai kegiatan ibadah.





