Biaya Kirim Ternak Melonjak, Sapi Kurban di Banjarmasin Diprediksi Makin Mahal

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Permintaan sapi kurban jelang Iduladha 1447 Hijriah terpantau melemah di Banjarmasin. Kenaikan harga BBM yang mendongkrak biaya distribusi ternak dari luar daerah menjadi faktor utama lesunya minat beli masyarakat.

Kepala DKP3 Kota Banjarmasin, Yuliansyah, menjelaskan bahwa sebagian besar sapi kurban didatangkan dari Madura, Bali, dan Nusa Tenggara Barat melalui jalur laut.

Kenaikan BBM membuat proses pengiriman menjadi lebih lama dan mahal.

“Pengiriman kemungkinan akan menunggu muatan kapal penuh dulu baru berangkat agar lebih efisien,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga sapi kurban di pasaran. Jika harga melonjak, masyarakat khawatirnya menunda atau membatalkan niat berkurban tahun ini.

Meski demikian, Yuliansyah menilai penurunan permintaan saat ini belum bisa jadi patokan pasti. Lonjakan pembelian masih mungkin terjadi mendekati hari pelaksanaan.

“Biasanya permintaan bisa meningkat tajam di H-7 atau bahkan H-2. Jadi masih kita pantau,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, pada Iduladha 2025, RPH Basirih mencatat kedatangan 3.749 ekor sapi kurban dan 466 ekor kambing. Namun tahun ini tren tersebut berbalik arah.

“Melihat kondisi sekarang, hampir semua harga naik sementara permintaan masih rendah. Ini indikasi kuat adanya penurunan,” katanya.

Di tengah lesunya pasar sapi kurban, permintaan daging sapi potong justru tetap stabil dengan aktivitas pemotongan harian sekitar delapan ekor per hari.

Visited 1 times, 1 visit(s) today