Sehari Uji Coba, Rekayasa Lalu Lintas di Bundaran Banjarbaru Dihentikan

oleh
oleh

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pelaksanaan rekayasa lalu lintas di kawasan Bundaran Simpang Empat Banjarbaru dihentikan setelah hanya berjalan satu hari dalam masa uji coba, Sabtu (24/1/2026).

Dalam uji coba tersebut, pengendara dari arah Martapura tidak boleh langsung melintasi bundaran. Kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan berat yang menuju Banjarmasin dan Pelaihari wajib melalui Jalan PM Noor, Sungai Ulin.

Sementara untuk pengendara yang ingin putar balik di Jalan PM Noor, kendaraan roda dua harus berputar di samping Kantor Kelurahan Sungai Besar. Sementara kendaraan roda empat harus memutar melalui Jalan Bhayangkara, tepatnya di belakang RS Permata Husada.

Awalnya, rencananya rekayasa lalu lintas ini akan berlangsung selama tiga hari. Namun, kebijakan tersebut harus stop lebih awal setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan serta masukan masyarakat melalui media sosial.

Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, mengatakan pemerintah kota akan melakukan kajian lebih mendalam dengan melibatkan tenaga ahli dan profesional untuk mencari solusi terbaik dalam penanganan kemacetan di kawasan Bundaran Simpang Empat.

“Sementara waktu, kondisi lalu lintas kami normalkan kembali sambil menunggu hasil kajian lanjutan,” ujar Lisa.

Ia menambahkan, Pemkot Banjarbaru juga akan berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Kementerian Perhubungan agar penataan lalu lintas ke depan lebih komprehensif.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Banjarbaru, Muhammad Mirhansyah, menjelaskan penghentian rekayasa lalu lintas berdasarkan evaluasi teknis di lapangan.

“Pertimbangannya mulai dari kontur jalan hingga beban volume kendaraan. Secara umum, rekayasa ini belum bisa menjadi solusi sementara,” jelasnya.

Mirhansyah mengungkapkan, dalam waktu sekitar lima jam pelaksanaan uji coba, kondisi lalu lintas di kawasan tersebut sudah tidak ideal.

“Tingginya volume kendaraan di Banjarbaru memang membutuhkan solusi yang lebih tepat. Rekayasa kemarin belum efektif untuk mengurai kemacetan. Namanya juga uji coba,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today