KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Rehabilitasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Basirih di Kota Banjarmasin terus menunjukkan progres signifikan. Dari total 22 poin pembenahan yang menjadi catatan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kini hanya tersisa dua poin perbaikan.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menyebutkan dua poin tersebut meliputi perbaikan pipa serta penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk pemisahan air lindi dan air hujan di kawasan TPAS Basirih.
“Sekarang tinggal penataan pemisahan air lindi dan air hujan serta perbaikan pipa,” ujar Yamin usai meninjau langsung progres pembenahan TPAS Basirih, Sabtu (3/1/2026).
Seiring hampir rampungnya pembenahan, Yamin berharap KLH dapat memberikan kesempatan agar TPAS Basirih kembali berfungsi
Namun, operasional ke depan tidak lagi sebagai tempat pembuangan akhir, melainkan fokus sebagai pusat pengelolaan sampah.
Menurutnya, lahan TPAS Basirih memiliki luas yang memadai dan lokasi yang strategis. Ini sangat menunjang pengelolaan sampah Kota Banjarmasin yang volumenya terus meningkat setiap hari.
“Banjarmasin ini lahannya terbatas karena padat penduduk. Maka harapan kami, TPAS Basirih bisa kembali bermanfaat, khususnya untuk pengelolaan sampah,” katanya.
Yamin menegaskan, jika KLH memberikan izin, Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen penuh. Mereka siap menyiapkan sarana dan prasarana pendukung agar TPAS Basirih benar-benar berfungsi optimal sebagai tempat pengolahan sampah modern dan ramah lingkungan.
“Kami siap berkomitmen menjadikan TPAS Basirih sebagai pusat pengelolaan sampah yang tertata dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, menjelaskan bahwa penyelesaian dua poin tersisa—yakni DED dan perbaikan pipa—telah diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin.
“Total anggaran penanganan TPAS Basirih sekitar Rp11,7 miliar dan sudah dialihkan ke PUPR dalam APBD tahun 2026,” jelas Alive.
Ia optimistis sinergi lintas dinas akan mempercepat penyelesaian rehabilitasi TPAS Basirih. Targetnya, seluruh pekerjaan dapat rampung pada pertengahan tahun ini.
“Target kami sekitar Juli hingga Agustus sudah selesai. Penyusunan DED memakan waktu sekitar 3–4 bulan, sisanya tinggal pengerjaan fisik. Meski tenggat waktu hingga 2027, kami berharap tahun ini sudah tuntas,” pungkasnya.





