Realisasi Opsen Pajak Banjarmasin Tembus 99 Persen, BPKPAD Perkuat Layanan Samsat lewat Kolaborasi Lintas Instansi

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Realisasi penerimaan opsen pajak kendaraan bermotor di Kota Banjarmasin hampir mencapai target maksimal. Hingga akhir tahun 2025, capaian penerimaan menembus 99 persen dari target Rp150 miliar.

Penerimaan tersebut bersumber dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), termasuk denda administrasi di dalamnya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi pemerintah kota dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan kepolisian. Selain itu, sinergi juga ada dengan Jasa Raharja melalui skema perjanjian kerja sama (PKS).

“Dari target Rp150 miliar, realisasi opsen pajak mencapai 99 persen yang terdiri dari PKB dan BBNKB, termasuk denda,” ujar Edy Wibowo, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, dalam PKS tersebut terdapat mekanisme oversharing dana untuk mendukung berbagai program strategis. Khususnya mendukung optimalisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor.

“Sesuai perjanjian kerja sama, ada dana oversharing untuk menunjang program PKB dan BBNKB. Jadi antara pemerintah kota dan provinsi terdapat beberapa bentuk kolaborasi,” jelasnya.

Bentuk kerja sama tersebut antara lain gerakan bersama pendataan wajib pajak dan sosialisasi kepada masyarakat. Kemudian, ada pula pelaksanaan razia terpadu serta pembenahan dan peningkatan sarana dan prasarana pelayanan di Samsat Banjarmasin I dan Samsat Banjarmasin II.

“Mulai dari pendataan, sosialisasi, razia bersama, hingga pembenahan dan peningkatan sarana prasarana layanan Samsat,” ungkap Edy.

Selain itu, BPKPAD Banjarmasin juga mengalokasikan sekitar 5 persen dari total penerimaan opsen pajak sebagai cost sharing. Dengan bekerja sama lintas instansi.

“Sekitar 5 persen untuk cost sharing dalam kerja sama dengan pemerintah provinsi, kepolisian, dan Jasa Raharja,” katanya.

Dana tersebut fokus untuk peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya melalui pengadaan sarana pendukung layanan.

“Di antaranya untuk pengadaan dua unit mobil Samsat keliling serta komputer guna mendukung pelayanan yang lebih optimal,” tutup Edy. 

Visited 1 times, 1 visit(s) today