Jalan Veteran Km 5,5 Sungai Lulut Ditutup, Dishub Kalsel Atur Rekasaya Lalu Lintas

oleh
Jalan Veteran Km 5,5 ditutup sementara setelah amblas beberap hari lalu. Foto: Dinas PUPR Kalsel
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Ruas Jalan Veteran Km 5,5 di kawasan Sungai Lulut, Banjarmasin, amblas sejak dua hari lalu. Kini, perbaikan oleh Dinas PUPR Kalsel sedang berjalan.

Proses perbaikan berlangsung selama tiga hingga empat pekan. Selama pekerjaan, ruas jalan ditutup untuk mendukung kelancaran perbaikan sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan.

Untuk mengurangi dampak terhadap mobilitas masyarakat, Dinas Perhubungan Kalsel bersama Forum Lalu Lintas Provinsi dan Forum Lalu Lintas Kota Banjarmasin melakukan survei lapangan guna menyusun rekayasa lalu lintas serta menentukan jalur alternatif.

“Kami bersama forum lalu lintas melakukan survei langsung ke lapangan. Kami melihat jalan-jalan alternatif dan melakukan simulasi rekayasa lalu lintas,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi, Kamis (16/7/2026).

Menurut Fitri, kawasan Sungai Lulut merupakan salah satu titik dengan volume kendaraan yang tinggi setiap harinya sehingga arus lalu lintas di jalur alternatif akan meningkat, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore.

Rekayasa lalu lintas bersifat situasional dan akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan melalui pemasangan rambu-rambu serta penempatan personel di sejumlah titik.

“Kami menempatkan rambu-rambu dan personel agar meminimalisri penumpukan kendaraan. Memang akan ada dampak terhadap kelancaran lalu lintas, tetapi kami berupaya agar tidak terjadi kemacetan yang signifikan,” katanya.

Jalan Veteran di kawasan Sungai Lulut merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Banjar dengan Kota Banjarmasin. Setiap hari kendaraan dalam jumlah besar melewatinya.

Fitri optimistis proses perbaikan dapat selesai sesuai target melalui koordinasi bersama Dinas PUPR.

“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR agar proses perbaikan dapat diselesaikan secepat mungkin,” ujarnya.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak menerobos area penutupan, termasuk pengendara sepeda motor, karena dapat membahayakan keselamatan sekaligus menghambat proses pekerjaan yang sedang berlangsung,” tutup Fitri.

Visited 1 times, 1 visit(s) today