KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Tragedi kecelakaan maut di wilayah Anjir, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, tiga tahun lalu, merenggut nyawa pasangan suami istri Muhammad Haris dan Khusnul Khatimah. Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi dua anak mereka, Felina Delfi atau Adel dan adiknya, Jaelani. Hingga kini, kedua anak tersebut masih menanggung dampak fisik dan psikologis.
Sejak kecelakaan tersebut, Adel dan Jaelani harus tumbuh tanpa kehadiran orang tua. Selain kehilangan figur ayah dan ibu, keduanya juga harus menjalani perawatan medis jangka panjang akibat cedera serius.
Saat ini, Adel masih menjalani perawatan intensif. Sementara Jaelani baru saja menjalani operasi pada bagian kaki dan masih membutuhkan penanganan medis lanjutan. Proses pemulihan yang panjang membuat keduanya harus berjuang lebih keras dari anak-anak seusianya.
Kondisi tersebut menggugah kepedulian berbagai pihak. Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kalimantan Selatan, Uzlah, dan Sekretaris DPW APBMI Kalsel Muhammad Novel serta sejumlah anggota, menyambangi langsung Adel dan Jaelani di Rumah Sakit Bhayangkara, Jumat (23/1/2026).
Uzlah mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk empati dan kepedulian sosial APBMI Kalsel terhadap anak-anak yang tengah menghadapi ujian berat dalam hidupnya.
“Kami atas nama APBMI Kalsel datang langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk melihat kondisi ananda Jaelani dan kakaknya, Adel, sekaligus memberikan dukungan moril,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, informasi mengenai kondisi Adel dan Jaelani pertama kali diketahui melalui media sosial. Kisah kehilangan orang tua akibat kecelakaan, ditambah latar belakang mereka yang berasal dari wilayah terdampak banjir, membuat banyak pihak tergerak untuk membantu.
“Kami mengetahui kisah mereka dari media sosial. Mereka adalah anak yatim yang mengalami kecelakaan beberapa tahun lalu dan berasal dari wilayah terdampak banjir. Ini sangat menyentuh rasa kemanusiaan kami,” jelas Uzlah.
Sebelumnya, APBMI Kalsel juga aktif menyalurkan bantuan ke sejumlah daerah terdampak banjir di Kalimantan Selatan. Saat turun langsung ke lapangan, pihaknya kembali mendengar informasi tentang Adel dan Jaelani. Jadi, mereka akhirnya memutuskan untuk menjenguk langsung ke rumah sakit.
“Kami ingin memastikan langsung kondisi mereka dan berharap ada harapan serta kesembuhan ke depan,” katanya.
Selain memberikan dukungan moril, APBMI Kalsel juga menyerahkan bantuan guna membantu meringankan beban biaya pengobatan Adel dan Jaelani.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan dan menjadi penyemangat bagi ananda Jaelani dan kakaknya untuk terus berjuang,” pungkas Uzlah.





