Ratusan ASN Pensiun, Banjarmasin Kekurangan Guru dan Pelayanan Publik?

oleh
oleh

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 275 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Banjarmasin memasuki masa pensiun, dengan mayoritas berasal dari tenaga pendidik.

Jumlah tersebut cukup memberatkan, mengingat kecepatan pensiun ASN hampir beriringan dengan proses usulan pembukaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) setiap tahunnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto, mengungkapkan bahwa kondisi ini berpotensi menimbulkan kekurangan ASN, terutama jika usulan formasi CPNS tidak sepenuhnya terpenuhi oleh pemerintah pusat.

“Kecenderungannya memang kekurangan, karena jumlah yang kita usulkan tidak sebanding dengan kecepatan pensiunan ASN. Belum tentu juga usulan itu terpenuhi semua, karena bisa tiba-tiba kosong akibat pensiun tadi,” ujar Totok, Jumat (22/1/2026).

Menurutnya, rekrutmen CPNS oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) selama ini tidak terbuka dalam jumlah besar. 

Padahal, secara ideal Pemkot Banjarmasin membutuhkan sekitar 300 hingga 400 formasi CPNS setiap tahun guna menjaga stabilitas kebutuhan ASN di daerah.

“Contohnya tahun 2025 saja ada 275 ASN pensiun, minimal kita usulkan jumlah yang sama. Tapi kalau bisa tentu lebih,” katanya.

Untuk tahun 2026, Totok menyebut Pemkot Banjarmasin masih menunggu arahan pemerintah pusat terkait pembukaan rekrutmen CPNS. 

Namun ia memastikan bahwa pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak ada lagi, seiring kebijakan nasional yang menghentikan skema tersebut.

Lebih jauh, Totok menegaskan bahwa kekurangan ASN paling signifikan terjadi pada sektor pendidikan, khususnya guru. 

“Kebutuhan ASN paling besar itu di tenaga pendidik. Apalagi pengangkatan PPPK kemarin tidak semuanya tertampung dan itu merupakan pengangkatan terakhir,” jelasnya.

Akibatnya, kekurangan guru di Kota Banjarmasin kian terasa. Bahkan, menurut Totok, peluang perpindahan tugas tenaga pendidik dari daerah lain ke Banjarmasin terbuka cukup besar demi menutup kekosongan tersebut.

“Jadi yang paling krusial kekurangannya memang di tenaga pendidik,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today