KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar rapat persiapan implementasi Posyandu 6 SPM di Kota Banjarmasin. Rapat ini juga membahas Lomba Tim Pembina Posyandu Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dan Kota Banjarmasin, Senin (12/1/2026).
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani, mengatakan transformasi Posyandu menjadi bagian dari strategi. Ini bertujuan mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat secara terintegrasi lintas sektor.
“Posyandu kini tidak hanya melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi pusat pelayanan dasar masyarakat. Selain itu, posyandu terhubung dengan berbagai sektor pelayanan,” ujarnya.
Menurut Neli, integrasi enam SPM melalui Posyandu harapannya dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan publik. Ini juga bertujuan memperkuat peran kelurahan sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya komitmen seluruh perangkat daerah. Agar mendukung pelaksanaan Posyandu 6 SPM hingga tingkat lapangan, tidak hanya sebatas perencanaan di tingkat kebijakan.
“Pembinaan dan pengawasan harus dilakukan secara rutin. Hal ini agar pelaksanaan Posyandu benar-benar berjalan sesuai regulasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait kapasitas dan keberlanjutan kader Posyandu. Tingginya pergantian kader serta keterbatasan keterampilan dinilai perlu diatasi melalui pelatihan yang berkelanjutan.
“Kader merupakan ujung tombak pelayanan. Penguatan kapasitas mereka menjadi kunci keberhasilan Posyandu 6 SPM,” tambahnya.
Pemkot Banjarmasin menargetkan Posyandu 6 SPM dapat menjadi pusat pelayanan dasar masyarakat yang efektif dan berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk mendukung peningkatan kualitas hidup warga.





