Ancaman Kayu Hanyut dari Hulu Menguat, Wali Kota Banjarmasin Turun Langsung Amankan Sungai Martapura

oleh
oleh

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Tumpukan batang kayu berukuran besar yang terus hanyut dari wilayah hulu Sungai Martapura menjadi ancaman serius bagi Kota Banjarmasin. Selain berpotensi memperparah banjir, material tersebut juga mengancam jembatan serta permukiman warga di bantaran sungai.

Ancaman itu menguat sejak kiriman kayu terjadi hampir tanpa henti sejak Oktober 2025.

Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR turun langsung meninjau proses penahanan dan pembersihan batang kayu. Beliau melakukannya di Pusat Daur Ulang (PDU) Sungai Gampa, Senin (12/1/2026).

“Peninjauan ini untuk memastikan material kayu tidak menyebar dan masuk ke kawasan perkotaan yang padat infrastruktur serta permukiman,” ujar Yamin.

Ia menjelaskan, Pemkot Banjarmasin telah membangun bangunan penangkap sampah apung sepanjang sekitar 60 meter di Sungai Martapura. Ini sebagai benteng awal menahan kayu hanyut sebelum memasuki wilayah kota.

Batang-batang kayu yang tertahan kemudian diangkat menggunakan excavator amfibi. Mereka diratakan di lahan milik pemerintah kota di sekitar PDU Sungai Gampa agar tidak kembali hanyut.

Menurut Yamin, tanpa infrastruktur penahan tersebut, ratusan batang kayu berpotensi menghantam jembatan dan rumah warga. Ini sangat berbahaya terutama saat debit air sungai meningkat.

Namun demikian, ia menegaskan penanganan di wilayah hilir tidak akan efektif tanpa dukungan dari daerah hulu. Sungai Martapura mengalir lintas kabupaten sebelum bermuara di Kota Banjarmasin, sehingga perlu koordinasi lintas pemerintah daerah.

“Penanganan sungai tidak bisa hanya dilakukan di hilir. Harus ada komitmen bersama dari hulu sampai ke muara,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kesadaran menjaga ekosistem sungai. Hal ini agar persoalan kayu hanyut dan sampah tidak terus berulang setiap musim hujan.

Pemkot Banjarmasin, lanjut Yamin, akan terus melakukan pemantauan dan pembersihan rutin. Di samping itu, mereka mendorong koordinasi lintas daerah untuk penanganan Sungai Martapura secara terpadu.

Visited 1 times, 1 visit(s) today