KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, pasokan hewan kurban di Kota Banjarmasin mulai meningkat. Ratusan sapi dari luar daerah berdatangan ke Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sebanyak 330 ekor sapi asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, telah tiba dan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan ketat.
Kepala UPTD RPH Basirih Annang Dwijatmiko mengatakan seluruh sapi yang masuk telah mengantongi dokumen kesehatan lengkap serta vaksinasi guna mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Kami sudah menerima sekitar 330 ekor sapi dari Kupang, NTT. Semua langsung diperiksa kesehatannya dan dipastikan sudah divaksin dari daerah asal untuk mencegah penyebaran PMK,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Menurut Annang, pengawasan dilakukan sejak hewan tiba di kandang penampungan. Petugas memastikan tidak ada sapi yang masuk tanpa pemeriksaan kesehatan resmi.
Ia memperkirakan arus kedatangan sapi masih akan terus berlangsung hingga mendekati Iduladha karena tingginya permintaan hewan kurban di Banjarmasin.
“Kedatangan sapi masih akan terus berlangsung sampai mendekati hari H. Kami memastikan hewan kurban yang beredar di Banjarmasin benar-benar aman dan sehat,” katanya.
Meski stok aman, harga sapi kurban tahun ini mulai mengalami kenaikan. Faktor utama pemicunya ialah meningkatnya biaya operasional distribusi, terutama bahan bakar minyak.
Annang memperkirakan kebutuhan hewan kurban di Banjarmasin tahun ini tetap tinggi, yakni sekitar 2.500 ekor sapi atau hampir sama dengan tahun sebelumnya.
“Kebutuhan kurban kurang lebih masih sama seperti tahun lalu, sekitar 2.500 ekor. Tapi memang ada kenaikan harga di tingkat pengusaha karena faktor biaya operasional, terutama BBM,” jelasnya.
Kenaikan harga juga dibenarkan pengusaha sapi kurban Rasidi Ahmad. Ia menyebut harga sapi tahun ini rata-rata naik sekitar Rp1 juta per ekor dari tahun lalu.
“Ada kenaikan sekitar Rp1 juta per ekor dari tahun sebelumnya. Itu tergantung berat badan dan jenis sapinya juga,” tandasnya.





