Banjir Sungai Tabuk Rendam 513 Rumah, 83 KK Terpaksa Mengungsi

oleh
oleh
Puluhan kepala keluarga di Sungai Tabuk terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir. (Foto: Tiwi/kalselmaju)

KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Banjir masih merendam Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sejak sebulan terakhir. Tingginya genangan memaksa puluhan kepala keluarga meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Ketinggian air di dalam rumah warga mencapai 40 sentimeter dan turut merendam sejumlah fasilitas umum. Beberapa ruas jalan di kawasan tersebut juga tergenang dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, sebanyak 513 rumah terendam banjir. Jumlah warga terdampak mencapai sekitar 1.500 kepala keluarga atau 3.036 jiwa.

Akibat kondisi tersebut, sebanyak 83 kepala keluarga dengan total 235 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi pengungsian yang disiapkan di Gedung UGD eks Puskesmas Sungai Tabuk I. Para pengungsi berasal dari berbagai kelompok usia dan masih membutuhkan dukungan logistik serta pelayanan dasar.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menyalurkan bantuan berupa dapur umum yang beroperasi sejak 10 hari terakhir. Dapur umum tersebut melayani kebutuhan konsumsi warga terdampak banjir di wilayah Sungai Tabuk.

Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan dapur umum menyiapkan sekitar 7.000 bungkus nasi lengkap dengan lauk pauk setiap hari.

“Kami bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar penanganan banjir berjalan optimal serta kebutuhan dasar warga, khususnya para pengungsi, dapat terpenuhi,” ujar Ronny.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, juga menyiapkan bantuan tambahan berupa uang tunai dari dana pribadi.

“Saya minta petugas mendata korban terdampak. Nanti akan kami berikan bantuan uang tunai dari uang pribadi,” kata Muhidin.

Ia menyebut besaran bantuan bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp200 ribu per keluarga, menyesuaikan dengan tingkat dampak banjir terhadap rumah warga.

Visited 1 times, 1 visit(s) today