KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Pertemuan ini bertujuan untuk membahas akses serta kondisi sarana dan prasarana sekolah yang terdampak banjir.
Dalam rapat tersebut, dinas menyoroti banyaknya sekolah yang berdiri di bantaran sungai dan minim drainase di lingkungan sekolah. Kondisi ini memicu genangan setiap kali banjir rob terjadi.
“Kami akan menyurati Dinas PUPR dan menyampaikan data sekolah yang berada di bantaran sungai. Termasuk yang tidak memiliki drainase,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin Ryan Utama, Rabu (7/1/2026).
Ryan berharap data tersebut menjadi dasar bagi Dinas PUPR dalam menetapkan program prioritas. Program ini mencakup normalisasi sungai maupun pembangunan sistem drainase di sekitar sekolah.
“Faktanya, masih banyak sekolah yang belum memiliki drainase memadai,” katanya.
Selama ini, dinas hanya menangani dampak banjir dengan meninggikan halaman sekolah. Namun, langkah itu ternyata belum menyelesaikan persoalan utama.
“Kalau hanya meninggikan halaman, kita seperti kejar-kejaran dengan tinggi air. Sementara di sekeliling sekolah tidak ada drainase,” ungkap Ryan.
Karena itu, Dinas Pendidikan kini mendorong penanganan yang lebih permanen. Ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas PUPR agar banjir tidak terus mengganggu aktivitas pendidikan.
“Ini menjadi fokus utama kami agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan aman dan nyaman,” tutupnya.





